Rupiah Menguat Ditopang Turunnya Indeks PMI Manufaktur AS
JAKARTA, investor.id – Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Selasa (4/4), menguat seiring menurunnya Indeks Manajer Pembelian (Purchasing Managers' Index/ PMI) Manufaktur Amerika Serikat (AS).
Rupiah yang dipantau dari Antara pada Selasa pagi naik 38 poin atau 0,25% ke posisi Rp 14.933 per dolar AS, dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp 14.971 per dolar AS.
“Data PMI ini berpotensi berimbas pada pertumbuhan ekonomi AS secara umum, apalagi di tengah kondisi suku bunga tinggi yang diterapkan The Fed dan inflasi AS yang masih di level yang tinggi,” kata analis ICDX Revandra Aritama, Selasa.
PMI Manufaktur AS dilaporkan berada di level 46,3, turun dari laporan bulan sebelumnya di level 47,7. PMI Manufaktur adalah indeks yang mengukur aktivitas ekonomi dari sektor manufaktur. Nilai di bawah 50 menunjukkan terjadi kontraksi di sektor manufaktur AS.
Menurut Revandra, hal tersebut memunculkan kewaspadaan yang berpotensi menimbulkan keyakinan bank sentral AS atau Federal Reserve (Fed) untuk menahan atau menurunkan suku bunga demi menjaga pertumbuhan ekonomi AS.
“Jika hal ini benar, maka dolar AS berpeluang untuk lanjut melemah dan rupiah berpeluang untuk menguat,” ujarnya.
Ia menuturkan pasar terlihat masih menunggu dan mencermati kebijakan suku bunga Fed yang baru akan diumumkan bulan depan.
Namun beberapa forecast terhadap kondisi ekonomi AS terlihat pesimis sehingga jika suku bunga lanjut dinaikkan, beban terhadap pertumbuhan ekonomi menjadi semakin berat
Revandra memperkirakan kurs rupiah berpeluang bergerak di kisaran Rp 14.900 per dolar AS hingga Rp 15.100 per dolar AS.
Pada Senin (3/1) rupiah ditutup naik 25 poin atau 0,16% ke posisi Rp 14.971 per dolar AS, dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp 14.996 per dolar AS.
Editor: Grace El Dora
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Core Dukung Perluasan Insentif ke Sektor Padat Karya
Core dorong pemerintah memperluas program padat karya dan insentif industri manufaktur demi jaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.Giliran Purbaya Respons Surat Investor China soal Iklim Investasi RI
Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha China soal iklim investasi RI dan menegaskan pemerintah tetap utamakan kepentingan nasional.Livin’ by Mandiri Beri Kemudahan Nasabah Berkurban
Bank Mandiri mempermudah pembelian hewan kurban secara digital melalui fitur Sukha di aplikasi Livin’ by Mandiri.Tag Terpopuler
Terpopuler






