Jumat, 15 Mei 2026

Rupiah Koreksi di Tengah Kekhawatiran Perlambatan Ekonomi Global

Penulis : Grace El Dora
6 Apr 2023 | 14:02 WIB
BAGIKAN
Petugas menghitung pecahan 100 dolar Amerika Serikat (AS) di jasa penukaran uang asing Dolar Indo, Melawai, Jakarta pada 28 September 2022. (Foto: ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/rwa/pri)
Petugas menghitung pecahan 100 dolar Amerika Serikat (AS) di jasa penukaran uang asing Dolar Indo, Melawai, Jakarta pada 28 September 2022. (Foto: ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/rwa/pri)

JAKARTA, investor.id – Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antar bank di Jakarta pada Kamis (6/4) melemah akibat kekhawatiran perlambatan ekonomi global.

Mata uang Garuda ini pada Kamis dibuka menurun 33 poin atau 0,22% ke posisi Rp 14.965 per dolar Amerika Serikat (AS) dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya, yakni Rp 14.932 per dolar AS, dipantau dari Antara.

“Di tengah pelemahan data-data ekonomi AS, bisa jadi muncul kekhawatiran pasar terhadap perlambatan ekonomi global,” kata analis PT Sinarmas Futures Ariston Tjendra, Kamis.

ADVERTISEMENT

Ia menyebutkan sentimen pasar terhadap aset berisiko terlihat negatif. Kebanyakan indeks saham Asia pun bergerak melemah.

Sementara itu dolar AS terlihat menguat terhadap nilai tukar lainnya, dengan indeks dolar AS naik 0,13% ke level 101,98.

Kekhawatiran pasar terhadap perlambatan ekonomi global bisa mendorong pelaku pasar keluar dari aset berisiko dan masuk ke aset aman dolar AS.

Kendati demikian, Ariston menilai data survei aktivitas manufaktur dan sektor jasa Tiongkok pada Maret 2023 yang akan dirilis pagi ini bisa menjadi pertimbangan pasar untuk masuk ke aset berisiko, lantaran Tiongkok masih dianggap salah satu motor penggerak ekonomi dunia.

“Kalau hasilnya membaik, ini mungkin bisa menahan pelemahan rupiah terhadap dolar AS,” ungkapnya.

Ariston memperkirakan nilai tukar rupiah akan bergerak melemah terhadap dolar AS ke kisaran Rp 15.000 per dolar AS, dengan potensi penguatan ke kisaran Rp 14.900 per dolar AS.

Pada Rabu (5/4) kurs rupiah ditutup melemah 33 poin atau 0,22% ke posisi Rp 14.932 per dolar AS, dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp 14.899 per dolar AS.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 4 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 4 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 5 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 5 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 6 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 6 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia