Rupiah Menguat, Pasar Ekspektasi Rilis Data Ekonomi AS
JAKARTA, investor.id – Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta menjelang akhir pekan menguat, di tengah ekspektasi pasar terhadap rilis data ketenagakerjaan Amerika Serikat (AS) yang lebih rendah.
Rupiah yang dipantau dari Antara pada Kamis ditutup naik 20 poin atau 0,13% ke posisi Rp 14.912 per dolar AS, dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp 14.932 per dolar AS.
“Pasar masih menunggu data penggajian non pertanian atau non farm payrolls AS yang ekspektasinya akan lebih rendah,” ungkap Ekonom Senior Mirae Asset Sekuritas Rully Arya Wisnubroto saat dihubungi di Jakarta, Kamis (6/4).
Selain itu, ia menuturkan rupiah juga saat ini dipengaruhi oleh publikasi data ketenagakerjaan nasional Automatic Data Processing (ADP) AS yang lebih rendah dibandingkan dengan perkiraan.
Laporan yang dirilis Rabu (5/4) mencatat pekerjaan swasta meningkat sebanyak 145 ribu pada bulan lalu, sedangkan para ekonom yang disurvei oleh Reuters memperkirakan pekerjaan swasta meningkat 200 ribu.
Data muncul setelah laporan Selasa (4/4) yang menunjukkan penurunan dalam lowongan pekerjaan untuk Februari 2023. Survei manufaktur AS yang dirilis Senin (3/4) dari Institute for Supply Management (ISM) juga menunjukkan komponen ketenagakerjaan yang lemah.
Laporan lain pada Rabu juga mengindikasikan berlanjutnya pelemahan ekonomi, kali ini di sektor jasa-jasa. Industri itu melambat lebih dari yang diharapkan pada Maret 2023 karena permintaan mendingin, sementara ukuran harga yang dibayarkan oleh bisnis jasa-jasa turun ke level terendah dalam hampir tiga tahun.
Indeks non manufaktur ISM turun menjadi 51,2 bulan lalu dari 55,1 pada Februari. Sementara komponen harga yang dibayar turun menjadi 59,5 dari 65,6 pada Februari, dengan indikator ketenagakerjaan sektor jasa-jasa juga turun menjadi 45,8 dari 47,6 pada Februari.
Dengan demikian, Rully menyebutkan nilai tukar rupiah cenderung dipengaruhi sentimen global lantaran data ekonomi di dalam negeri masih minim.
Rupiah pada pagi hari dibuka menurun 33 poin atau 0,22% ke posisi Rp 14.965 per dolar AS. Sepanjang hari rupiah bergerak dalam rentang Rp 14.912 per dolar AS hingga Rp 14.968 per dolar AS.
Sementara itu, kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada Kamis melemah ke posisi Rp 14.943 per dolar AS dibandingkan posisi sebelumnya Rp 14.933 per dolar AS.
Editor: Grace El Dora
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler






