Kamis, 14 Mei 2026

Perbaikan Kinerja GOTO Dikebut, Sahamnya Bisa Ngacir Lagi?

Penulis : Ely Rahmawati
7 Apr 2023 | 15:02 WIB
BAGIKAN
Driver Gojek, bagian dari Grup GOTO. (Foto: Dok. GOTO)
Driver Gojek, bagian dari Grup GOTO. (Foto: Dok. GOTO)

Untuk mengejar ARTO, baik Sea Bank maupun Bank Fama, masih membutuhkan tambahan modal minimal Rp 3 triliun. Selain itu, dengan Bank Fama menjadi yang terakhir memasuki segmen bank digital, masih ada kebutuhan untuk pembersihan portofolio dan investasi teknologi, di mana Grab perlu memiliki uang tunai yang lebih terbatas untuk mendukung ekspansi bisnis digitalnya.

Andrew menambahkan, likuiditas GOTO dipengaruhi oleh periode lock-up pada beberapa pemegang saham pra-IPO. Periode lock-up kini telah berakhir, meningkatkan free float GOTO menjadi 60,7% dan meningkatkan likuiditas di pasar sekunder. Hal ini semakin dibenarkan dari GOTO sebagai 10 besar saham yang paling aktif diperdagangkan di Indonesia.

“Karena ukuran dan ekosistemnya yang komprehensif, GOTO disebut sebagai proxy ekonomi digital Indonesia, yang menguntungkan perusahaan karena ekonomi digital Indonesia diharapkan tumbuh pada CAGR 19% dari 2022-2025, terutama didorong oleh e-commerce,” ujar dia.

ADVERTISEMENT

Sebab itu, MNC Sekuritas tetap merekomendasikan beli saham GOTO dengan target harga Rp 168, menyiratkan EV/pendapatan 6,3 kali dan 5,3 kali untuk 2023 dan 2024 menggunakan SOTP.

“Kami menggunakan penggandaan pendapatan daripada GTV atau metrik kunci ukuran platform lainnya saat perusahaan mengubah orientasi dari fokus pertumbuhan untuk menghasilkan pola pikir bisnis yang menguntungkan,” pungkas Andrew.

Pada perdagangan Kamis (6/4/2023), saham GOTO bertengger di level Rp 101. Dengan demikian, potensi cuan dari saham GOTO masih besar mencapai 66%.

Editor: Jauhari Mahardhika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 13 menit yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 43 menit yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 54 menit yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Macroeconomy 1 jam yang lalu

Core Dukung Perluasan Insentif ke Sektor Padat Karya

Core dorong pemerintah memperluas program padat karya dan insentif industri manufaktur demi jaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.
Macroeconomy 2 jam yang lalu

Giliran Purbaya Respons Surat Investor China soal Iklim Investasi RI

Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha China soal iklim investasi RI dan menegaskan pemerintah tetap utamakan kepentingan nasional.
Finance 2 jam yang lalu

Livin’ by Mandiri Beri Kemudahan Nasabah Berkurban

Bank Mandiri mempermudah pembelian hewan kurban secara digital melalui fitur Sukha di aplikasi Livin’ by Mandiri.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia