Jumat, 15 Mei 2026

MNC Sekuritas: IHSG Rawan Terkoreksi, BBTN Hingga SIDO Layak Dikoleksi Pemburu Cuan

Penulis : Indah Handayani
10 Apr 2023 | 06:45 WIB
BAGIKAN
Karyawan melintas di depan monitor saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta. Foto ilustrasi: Beritasatu Photo/Uthan AR
Karyawan melintas di depan monitor saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta. Foto ilustrasi: Beritasatu Photo/Uthan AR

JAKARTA, investor.id - MNC Sekuritas memperkirakan IHSG rawan terkoreksi pada perdagangan Senin (10/4/2023). IHSG hari ini diperkirakan akan diperdagangkan pada support 6.781-6.704 dan resistance 6.890-6.923. BBTN hingga SIDO layak dikoleksi pemburu cuan.

MNC Sekuritas menjelaskan, IHSG kembali ditutup terkoreksi 0,4% ke 6.792 dan disertai dengan meningkatnya volume penjualan, selain itu koreksi dari IHSG pun mampu menembus MA60. Posisi IHSG saat ini sedang berada pada bagian dari wave [ii] dari wave C, sehingga IHSG masih rawan untuk melanjutkan koreksinya kembali.

“Koreksi tersebut akan lebih terkonfirmasi apabila IHSG menembus 6.781 sebagai support terdekatnya, dimana hal tersebut akan membawa IHSG ke level 6.667-6.744,” tulis MNC Sekuritas dalam risetnya, Senin (10/4/2023).

ADVERTISEMENT

MNC Sekuritas merekomendasikan BBTN hingga SIDO layak dikoleksi pemburu cuan pada hari ini. Dengan rincian trading sebagai berikut: 

BBTN - Spec Buy

BBTN ditutup menguat 0,4% ke 1.235 dan masih disertai oleh volume pembelian. Selama BBTN masih mampu bertahan di atas 1.215 sebagai stoploss. BBTN saat ini sedang berada di awal wave [iii] dari wave 1.

Spec Buy: 1.220-1.235

Target Price: 1.330, 1.430

Stoploss: below 1.215

ELSA - Buy on Weakness

ELSA ditutup terkoreksi 1,9% ke 308 dan masih didominasi oleh tekanan jual. Posisi ELSA saat ini diperkirakan sedang berada di akhir wave (ii) dari wave [c] dari wave B, sehingga koreksi ELSA akan cenderung terbatas dan berpeluang menguat kembali.

Buy on Weakness: 300-308

Target Price: 322, 346

Stoploss: below 292

PGAS - Buy on Weakness

PGAS ditutup terkoreksi 1,4% ke 1,365 dan masih didominasi oleh tekanan jual. Posisi PGAS saat ini diperkirakan sedang berada pada bagian dari wave [v] dari wave C dari wave (A), sehingga PGAS masih rawan terkoreksi dan dapat dimanfaatkan untuk BoW.

Buy on Weakness: 1.280-1.320

Target Price: 1.425, 1.560

Stoploss: below 1.260

SIDO - Sell on Strength

SIDO ditutup terkoreksi 0,6% ke 830 disertai dengan peningkatan volume penjualan, namun koreksi SIDO masih tertahan oleh MA60. Saat ini, posisi SIDO diperkirakan sedang berada pada bagian dari wave [iii] dari wave 1 dari wave (C), sehingga SIDO masih rawan terkoreksi ke rentang area 745-775.

Sell on Strength: 835-850

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 5 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 5 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 5 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 6 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 6 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 6 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia