Kamis, 14 Mei 2026

Ini Penyebab IHSG Memerah, Inflasi Salah Satunya

Penulis : Indah Handayani
10 Apr 2023 | 13:00 WIB
BAGIKAN
Investor memotret layar pergerakan saham. (B Universe Photo/David Gita Roza)
Investor memotret layar pergerakan saham. (B Universe Photo/David Gita Roza)

JAKARTA, investor.id – IHSG tenggelam di zona merah pada sesi I, Senin (10/3/2023). IHSG sesi I ditutup terpangkas 45,05 poin (0,66%) ke level 6.747,71. Pilarmas Investindo Sekuritas mengungkap penyebab IHSG memerah, inflasi salah satunya.  

Pilarmas menjelaskan, indeks IHSG mengalami penurunan di tengah Cadangan devisa di Indonesia meningkat menjadi US$ 145,2 miliar pada Maret 2023 dari US$ 140,3 miliar pada bulan sebelumnya. Sehingga ini memberikan indikasi prospek ekonomi domestik yang stabil dan solid. Namun demikian, pasar tampaknya cenderung wait and see sehubungan jelang Idulfitri  tahun ini.

“Pasar mencermati perkembangan inflasi selama bulan Ramadhan dan jelang idul fitri. Pasar berharap sinegri antara pemerintah dan Bank Indonesia dalam mengelola inflasi sehingga dapat mengendalikan inflasi,” tulis Pilarmas dalam risetnya, Senin (10/4/2023).

ADVERTISEMENT

Pilarmas menambahkan, IHSG bergerak melamah sementara bursa regional Asia cenderung mixed. Hal ini yang tampaknya pasar dipengaruhi setelah IMF menyampaikan bahwa prospek pertumbuhan ekonomi diprediksi dalam lima tahun kedepan cenderung tumbuh melambat, dan pasar mencermati perkembangan hubungan antara Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok sehubungan terkait dengan Taiwan. 

Sedangkan Eropa melalui Presiden Prancis Emmanuel Macron menyampaikan ke negara-negara Eropa untuk bersikap independen dalam menyikapi masalah yang ada di Taiwan dan tidak mengikuti kebijakan AS maupun Tiongkok.

Di sisi lain, tambah Pilarmas, Jepang membukukan surplus neraca berjalan sebesar 2.197,2 miliar yen Jepang pada Februari 2023, bergeser dari rekor defisit 1.976,6 miliar pada Januari. Tentunya ini kondisi ekonomi Jepang mulai membaik.  Sementara dari dalam negeri,

Pilarmas merekomendasikan saham INCO untuk perdagangan sesi II. “Kami merekomendasikan buy dengan support dan resistance di level 6.250-6.625. Sedangkan PER 20,18 kali dan PBV 1,72 kali. 

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 7 menit yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 16 menit yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 33 menit yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 1 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 2 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 2 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia