Jumat, 15 Mei 2026

Rupiah Meningkat, Pasar Tenaga Kerja AS Alami Kontraksi

Penulis : Grace El Dora
10 Apr 2023 | 18:52 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi rupiah. (FOTO: ANTARA)
Ilustrasi rupiah. (FOTO: ANTARA)

JAKARTA, investor.id – Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada akhir perdagangan Senin (10/4), meningkat seiring pasar tenaga kerja Amerika Serikat (AS) mengalami kontraksi cukup dalam.

Rupiah pada Senin ditutup menguat 11 poin atau 0,07% ke posisi Rp 14.902 per dolar AS, dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp 14.913 per dolar AS.

“Pasar tenaga kerja di AS dilaporkan mengalami kontraksi yang cukup dalam, sementara Non Farm Payroll (NFP) juga dilaporkan mengalami kontraksi cukup dalam,” kata analis ICDX Revandra Aritama, Senin.

ADVERTISEMENT

Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan Kamis (6/4) jumlah orang Amerika yang mengajukan tunjangan pengangguran mencapai 228.000 dalam pekan yang berakhir 1 April turun 18.000 dari level revisi naik minggu sebelumnya di 246.000. Pembacaan melebihi konsensus para analis 200.000.

Pada Rabu (5/4), perusahaan jasa penggajian ADP mengatakan penggajian swasta AS naik 145.000 pada Maret, turun dari kenaikan 261.000 pada Februari dan jauh di bawah perkiraan para ekonom sebesar 210.000.

Selain itu, data Departemen Tenaga Kerja AS pada Jumat (7/4) menunjukkan data penggajian non pertanian (NFP) meningkat 236.000 pekerjaan bulan lalu, sedikit di bawah 239.000 yang diperkirakan oleh para ekonom dalam jajak pendapat Reuters.

Laporan yang diawasi ketat juga menunjukkan kenaikan upah tahunan melambat, tetapi tetap terlalu tinggi untuk konsisten dengan target inflasi bank sentral AS 2,0%.

Data pekerjaan AS menggarisbawahi pasar tenaga kerja yang ketat, memperkuat ekspektasi bank sentral AS atau Federal Reserve (Fed) akan kembali menaikkan suku bunga pada pertemuan bulan berikutnya.

“Sentimen ini memperkuat dorongan untuk Fed menahan atau menurunkan nilai suku bunga,” ujar Revandra.

Namun menurut dia, kepastian tingkat suku bunga Fed masih menunggu laporan inflasi AS pekan depan yang berpotensi memberikan pengaruh terhadap arah kebijakan bank sentral tersebut.

Pasar sekarang menilai peluang 66% Fed menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin (bps) dalam pertemuan 2-3 Mei, menurut alat CME FedWatch.

Fokus investor sekarang akan beralih ke laporan inflasi yang akan dirilis pada Rabu (12/4) yang akan membentuk jalan yang akan diambil Fed dalam pertempurannya melawan harga-harga. Risalah pertemuan terakhir bank sentral pada Maret juga dijadwalkan akan dirilis pada Rabu (12/4).

Rupiah pada pagi hari dibuka turun ke posisi Rp 14.923 per dolar AS. Sepanjang hari rupiah bergerak di kisaran Rp 14.895 per dolar AS hingga Rp 14.937 per dolar AS.

Sementara itu, kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada Senin menguat ke posisi Rp 14.905 per dolar AS, dibandingkan posisi sebelumnya Rp 14.943 per dolar AS.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 2 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 2 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 2 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 3 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 3 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 4 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia