Indihome Masuk Telkomsel, EBITDA Malah Turun Dalam
Perubahan Pencatatan
SVP Corporate Communication & Investor Relation Telkom Ahmad Reza menjelaskan, secara umum, pencatatan profitabilitas Indihome akan berubah. Sebab, sebelum spin-off, beban penyediaan jaringan Indihome dicatat sebagai belanja modal (capex) yang tidak mengurangi EBITDA.
Namun, dia menerangkan, setelah IndiHome berada dalam Telkomsel, penyediaan jaringan dipenuhi melalui layanan komersial wholesale oleh Telkom. "Dengan demikian, di Telkomsel, hal tersebut dicatat sebagai biaya operasional (opex) yang mengurangi EBITDA," terang Reza kepada Investor Daily, Kamis (13/4/2023).
Dia menuturkan, penyediaan layanan wholesale oleh Telkom kepada Telkomsel juga mempertimbangkan aspek komersial, sesuai dengan penerapan prinsip arsm-length antara kedua entitas perusahaan yang berbeda. Hal ini akan memberikan nilai tambah kepada Telkom Group, karena adanya kepastian arus kas yang diterima entitas Telkom dari Telkomsel.
Sebelumnya, Telkom menandatangani perjanjian pemisahan bersyarat (conditional spin off agreement) dengan PT Telkomsel terkaiat restrukturisasi korporasi dan transformasi bisnis Indihome. Berdasarkan pengumuman resmi perseroan, Kamis (6/4/2023), nilai segmen usaha Indihome yang dipisahkan mencapai Rp 58,24 triliun. Hal ini sesuai perjanjian pemisahan bersyarat.
“Sebagai bagian dari rencana pemisahan ini, Telkom dan Telkomsel juga telah menandatangani beberapa perjanjian komersial lain yang terkait, yaitu suatu wholesale agreement terkait dengan penyediaan infrastruktur, TSA 1 terkait dengan penyediaan layanan fixed broadband core, dan TSA 2 terkait dengan penyediaan layanan IT system,” tulis manajemen Telkom dalam pengumuman tersebut.
Pemisahan tersebut akan membuat kepemilikan saham Telkom di Telkomsel meningkat dari 65% menjadi 69,9%, sedangkan kepemilikan saham Singtel turun dari 35% menjadi 30,1%.
Editor: Harso Kurniawan
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler






