Jumat, 15 Mei 2026

Indihome Masuk Telkomsel, EBITDA Malah Turun Dalam

Penulis : Muawwan Daelami
14 Apr 2023 | 06:00 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi IndiHome. (ist)
Ilustrasi IndiHome. (ist)

Perubahan Pencatatan

SVP Corporate Communication & Investor Relation Telkom Ahmad Reza menjelaskan, secara umum, pencatatan profitabilitas Indihome akan berubah. Sebab, sebelum spin-off, beban penyediaan jaringan Indihome dicatat sebagai belanja modal (capex) yang tidak mengurangi EBITDA.

Namun, dia menerangkan, setelah IndiHome berada dalam Telkomsel, penyediaan jaringan dipenuhi melalui layanan komersial wholesale oleh Telkom. "Dengan demikian, di Telkomsel, hal tersebut dicatat sebagai biaya operasional (opex) yang mengurangi EBITDA," terang Reza kepada Investor Daily, Kamis (13/4/2023).

ADVERTISEMENT

Dia menuturkan, penyediaan layanan wholesale oleh Telkom kepada Telkomsel juga mempertimbangkan aspek komersial, sesuai dengan penerapan prinsip arsm-length antara kedua entitas perusahaan yang berbeda. Hal ini akan memberikan nilai tambah kepada Telkom Group, karena adanya kepastian arus kas yang diterima entitas Telkom dari Telkomsel.

Sebelumnya, Telkom menandatangani perjanjian pemisahan bersyarat (conditional spin off agreement) dengan PT Telkomsel terkaiat restrukturisasi korporasi dan transformasi bisnis Indihome. Berdasarkan pengumuman resmi perseroan, Kamis (6/4/2023), nilai segmen usaha Indihome yang dipisahkan mencapai Rp 58,24 triliun. Hal ini sesuai perjanjian pemisahan bersyarat.

“Sebagai bagian dari rencana pemisahan ini, Telkom dan Telkomsel juga telah menandatangani beberapa perjanjian komersial lain yang terkait, yaitu suatu wholesale agreement terkait dengan penyediaan infrastruktur, TSA 1 terkait dengan penyediaan layanan fixed broadband core, dan TSA 2 terkait dengan penyediaan layanan IT system,” tulis manajemen Telkom dalam pengumuman tersebut.

Pemisahan tersebut akan membuat kepemilikan saham Telkom di Telkomsel meningkat dari 65% menjadi 69,9%, sedangkan kepemilikan saham Singtel turun dari 35% menjadi 30,1%.

Editor: Harso Kurniawan

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 6 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 6 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 7 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 7 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 8 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 8 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia