Kamis, 14 Mei 2026

Belanja Masyarakat Melesat selama Ramadan, Goto Berkibar 

Penulis : Harso Kurniawan
19 Apr 2023 | 04:35 WIB
BAGIKAN
PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO). (Ilustrasi/Perseroan)
PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO). (Ilustrasi/Perseroan)

JAKARTA, Investor.id  - Memasuki pertengahan bulan Ramadhan, tren belanja masyarakat terus mengalami peningkatan. Ini membuat kinerja Tokopedia, salah satu unit bisnis Grup Goto, berkibar.

Data Mandiri Spending Index (MSI) mengungkapkan adanya peningkatan belanja masyarakat baik dari sisi nilai maupun dari sisi volume. Indeks Nilai Belanja masyarakat per 26 Maret 2023 tercatat 136,4 atau meningkat dari akhir bulan sebelumnya yang di kisaran 125. Ini juga meningkat 4,2% bila dibandingkan dengan indeks nilai belanja masyarakat per 26 Maret 2022 yang sebesar 130,9.

Head of Mandiri Institute Teguh Yudo Wicaksono menjelaskan, kenaikan indeks belanja masyarakat ini menggambarkan konsumsi rumah tangga yang akan melaju kencang pada kuartal II-2023. Bahkan, ada kemungkinan pertumbuhan konsumsi rumah tangga kuartal II-2023 lebih tinggi dari pertumbuhan konsumsi rumah tangga kuartal II-2022 yang sebesar 5,51% secara tahunan.

ADVERTISEMENT

“Mudah-mudahan inflasi semakin terkendali memasuki April 2023 hingga Juni 2023. Bila harga terkendali, konsumsi rumah tangga akan lebih tinggi dibandingkan kuartalII-2022,” kata Yudo, dikutip Selasa (18/4/2023).

Sebelumnya, survei yang dilakukan oleh The Trade Desk menunjukkan sebanyak sembilan dari 10 masyarakat Indonesia berencana untuk berbelanja pada saat Ramadan tahun ini. Sekitar 80% konsumen digital pun akan mempertahankan, bahkan meningkatkan penggunaan layanan digital pada tahun 2023.

Hal ini juga didukung oleh data yang baru dirilis oleh e-commerce asal Indonesia, Tokopedia. Data internal Tokopedia menunjukkan bahwa pada beberapa kategori produk, misalnya fesyen, mengalami peningkatan transaksi yang signifikan.

Misalnya, transaksi scarf wanita yang meningkat hampir enam kali lipat, baju koko pria yang meningkat lebih dari lima kali lipat serta busana muslim keluarga yang meningkat lebih dari tujuh kali lipat di dua minggu pertama Ramadan.

Dengan tingginya transaksi terutama melalui layanan digital tersebut, menurut Sekretaris Jenderal (Sekjen) Asosiasi UMKM Indonesia (Akumindo) Edy Misero, jasa pengiriman barang sudah menjadi kebutuhan penting untuk mendukung proses jual beli.

"Pasalnya, tanpa adanya logistik yang memadai dan dukungan platform e-commerce, proses operasional pengiriman barang dari UMKM ke masyarakat sebagai pembeli akan terhambat," ujar Edi saat dihubungi, belum lama ini.

Editor: Harso Kurniawan

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 8 menit yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 19 menit yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Macroeconomy 48 menit yang lalu

Core Dukung Perluasan Insentif ke Sektor Padat Karya

Core dorong pemerintah memperluas program padat karya dan insentif industri manufaktur demi jaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.
Macroeconomy 1 jam yang lalu

Giliran Purbaya Respons Surat Investor China soal Iklim Investasi RI

Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha China soal iklim investasi RI dan menegaskan pemerintah tetap utamakan kepentingan nasional.
Finance 1 jam yang lalu

Livin’ by Mandiri Beri Kemudahan Nasabah Berkurban

Bank Mandiri mempermudah pembelian hewan kurban secara digital melalui fitur Sukha di aplikasi Livin’ by Mandiri.
Macroeconomy 2 jam yang lalu

Rupiah Tertekan, BI-Rate Diprediksi Naik pada Kuartal II-2026

DBS memprediksi BI berpotensi menaikkan BI-Rate pada kuartal II-2026 seiring pelemahan rupiah dan cadangan devisa yang menyusut.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia