Kamis, 14 Mei 2026

Saham GOTO akan Masuk Indeks MSCI per Juni 2023,  Bagaimana Dampak Sahamnya?

Penulis : Parluhutan Situmorang
21 Apr 2023 | 07:22 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi GOTO. (Foto: GOTO)
Ilustrasi GOTO. (Foto: GOTO)

JAKARTA, investor.id – Morgan Stanley Capital International (MSCI) akan kembali melakukan rebalancing atau meninjau saham-saham yang masuk dalam indeks MSCI. Hasil rebalancing akan berlaku efektif per 1 Juni 2023.

MSCI akan kembali menyaring sejumlah saham yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan mempertimbangkan kapitalisasi pasar, free float saham, likuditas saham dalam periode tertentu, dan sejumlah kriteria lainnya.

Analis Trimegah Sekuritas Richardson Raymond dan Willinoy Sitorus mengungkapkan, berdasarkan hasil pengamatan dan pembobotan, PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) diperkirakan menjadi satu-satunya saham yang bakal dimasukkan dalam indeks MSCI bulan depan. Hal ini didukung free float yang besar mencapai US$ 5,5 miliar dan likuiditas mencapai Rp 469 miliar per hari.

ADVERTISEMENT

Tak hanya itu, menurut dia, rasio nilai rata-rata perdagangan (ATVR) saham GOTO sudah sesuai dengan persyaratan likuiditas yang ditetapkan MSCI, sehingga saham tersebut berpeluang besar dimasukkan dalam daftar Mei tahun ini.

Lantas, bagiamana dampaknya terhadap saham GOTO? Trimegah Sekuritas menyebutkan, masuknya saham GOTO ke dalam MSCI akan menarik minat investor global untuk berinvestasi di saham tersebut. Di sisi lain, investor yang sudah memiliki saham tersebut kemungkinan memanfaatkan sentimen tersebut untuk ke luar dari saham GOTO. 

Trimegah Sekuritas menambahkan berita masuknya saham GOTO dalam MSCI sudah diantisipasi pasar terhitung sejak Februari tahun ini. Saat itu, digadang-gadang saham GOTO masuk Maret 2023, namun tertunda.

“Kami menilai bahwa masuknya saham GOTO ke dalam indeks MSCI tidak akan berdampak besar terhadap pergerakan harganya. Faktor utama yang bisa mendongkrak saham GOTO adalah perbaikan kinerja keuangan atau profitabilitas,” tulis Richardson dan Willinoy.

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Macroeconomy 19 menit yang lalu

Giliran Purbaya Respons Surat Investor China soal Iklim Investasi RI

Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha China soal iklim investasi RI dan menegaskan pemerintah tetap utamakan kepentingan nasional.
Finance 29 menit yang lalu

Livin’ by Mandiri Beri Kemudahan Nasabah Berkurban

Bank Mandiri mempermudah pembelian hewan kurban secara digital melalui fitur Sukha di aplikasi Livin’ by Mandiri.
Macroeconomy 30 menit yang lalu

Rupiah Tertekan, BI-Rate Diprediksi Naik pada Kuartal II-2026

DBS memprediksi BI berpotensi menaikkan BI-Rate pada kuartal II-2026 seiring pelemahan rupiah dan cadangan devisa yang menyusut.
Business 41 menit yang lalu

Dialog Lintas Sektor Diperlukan dalam Merumuskan Kebijakan terkait Tembakau

Direktur Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat atau P3M, KH. Sarmidi Husna, MA mengatakan, kebijakan terkait produk tembakau tidak dapat dilihat hanya dari perspektif kesehatan semata.
Macroeconomy 1 jam yang lalu

Purbaya: Tak Ada Tax Amnesty Lagi Kecuali Perintah Presiden

Menkeu Purbaya menegaskan tak akan ada tax amnesty lagi selama dirinya menjabat, kecuali atas perintah Presiden.
Macroeconomy 2 jam yang lalu

Rupiah Melorot, Ekspor Dapat Momentum

Peningkatan ekspor nasional justru perlu terus dilakukan karena daya saing meningkat di tengah pelemahan rupiah.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia