Sabtu, 4 April 2026

Kinerja BSI (BRIS) Moncer, Ini Faktor Penentunya

Penulis : Prisma Ardianto
27 Apr 2023 | 09:32 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi PT Bank Syariah Indonesia Tbk atau BSI (BRIS). (Foto: Antara)
Ilustrasi PT Bank Syariah Indonesia Tbk atau BSI (BRIS). (Foto: Antara)

JAKARTA, investor.id - PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) mencetak laba bersih mencapai Rp 1,46 triliun atau tumbuh 47,65% secara year on year (yoy) pada kuartal I-2023. Peningkatan skala bisnis dengan operasional yang lebih efisien jadi faktor penentu.

Hal tersebut mengacu laporan keuangan perusahaan yang dipublikasikan pada Kamis (27/4/2023). Piutang dan pembiayaan BSI bahkan melesat sampai dengan 20,17% (yoy) menjadi Rp 212,66 triliun pada kuartal I-2023.

BSI juga mampu menjaga rasio pembiayaan bermasalah atau non performing financing (NPF) gross dan net, masing-masing sebesar 2,36% dan 0,54% di kuartal I-2023. Posisi tersebut lebih baik dibandingkan periode sama tahun lalu, di mana NPF gross dan net masing-masing di level 2,91% dan 0,90%.

Agresivitas penyaluran dana BSI juga tercermin dari financing to deposit ratio (FDR) yang meningkat dari kuartal I-2022 sebesar 74,38% menjadi 79,14%. Adapun realisasi piutang dan pembiayaan tersebut ikut mendongkrak total kekayaan atau aset BSI pada kuartal I-2023 menjadi Rp 313,25 triliun, bertambah sebesar 15,47% (yoy).

Advertisement

Sementara itu, kewajiban atau liabilitas mengikuti perkembangan bisnis perusahaan sampai kuartal I-2023. Liabilitas naik 13,43% (yoy) menjadi Rp 278,26 triliun, yang utamanya ditopang penghimpunan dana dari masyarakat.

Adapun total dana pihak ketiga (DPK) yang terbagi atas dana simpanan wadiah dan dana investasi non profit sharing tercatat tumbuh 12,8% (yoy) menjadi Rp 269,26 triliun. Pertumbuhan ini khususnya disokong dana murah berupa giro dan tabungan, sementara deposito hanya sedikit bergerak naik.

Dari sisi permodalan, ekuitas BSI sampai dengan kuartal I-2023 tercatat mencapai Rp 34,99 triliun atau naik 34,66% (yoy). Peningkatan dicatatkan pada modal disetor, pengurangan pada pos agio, laba, dan peningkatan nilai pada cadangan. Permodalan perusahaan semakin solid dengan rasio kewajiban penyediaan modal minimum (KPMM) naik menjadi 20,36%.

Lebih Efisien

Editor: Theresa Sandra Desfika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Macroeconomy 25 menit yang lalu

Komitmen Investasi Rp574 Triliun dari Jepang dan Korsel

Dalam situasi geopolitik yang tidak menentu, Indonesia masih menjadi daya tarik bagi para investor dari Jepang maupun Korsel.
Finance 50 menit yang lalu

Bank Mantap Dukung Taspen Tingkatkan Kualitas Hunian Masyarakat

PT Bank Mandiri Taspen (Bank Mantap) mendukung langkah PT Taspen (Persero) dalam meningkatkan kualitas hunian masyarakat.
Business 1 jam yang lalu

PLN Icon Plus Cegah Stunting melalui Kolaborasi Posyandu di Srondol Wetan

PLN Icon Plus SBU Regional Jawa Bagian Tengah melaksanakan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) cegah stunting.
Lifestyle 1 jam yang lalu

Vaksinasi Wajib yang Harus Dilengkapi Calon Jamaah Haji

Berdasarkan regulasi terbaru penyelenggaraan haji 2026 dari Kementerian Kesehatan, terdapat vaksin yang wajib dipenuhi oleh calon jamaah haji sebelum berangkat ke Tanah Suci.
Market 2 jam yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Sabtu 4 April 2026, Cek Rinciannya

Berikut adalah daftar harga emas perhiasan dalam berbagai kadar karat pada Sabtu, 4 April 2026
Market 3 jam yang lalu

BERITA POPULER: BBCA Diborong Asing hingga Harga Emas Antam (ANTM) Runtuh

Berita populer dalam 24 jam terakhir, mulai dari BBCA diborong asing hingga harga emas Antam (ANTM) runtuh

Tag Terpopuler


Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia