Kinerja BSI (BRIS) Moncer, Ini Faktor Penentunya
JAKARTA, investor.id - PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) mencetak laba bersih mencapai Rp 1,46 triliun atau tumbuh 47,65% secara year on year (yoy) pada kuartal I-2023. Peningkatan skala bisnis dengan operasional yang lebih efisien jadi faktor penentu.
Hal tersebut mengacu laporan keuangan perusahaan yang dipublikasikan pada Kamis (27/4/2023). Piutang dan pembiayaan BSI bahkan melesat sampai dengan 20,17% (yoy) menjadi Rp 212,66 triliun pada kuartal I-2023.
BSI juga mampu menjaga rasio pembiayaan bermasalah atau non performing financing (NPF) gross dan net, masing-masing sebesar 2,36% dan 0,54% di kuartal I-2023. Posisi tersebut lebih baik dibandingkan periode sama tahun lalu, di mana NPF gross dan net masing-masing di level 2,91% dan 0,90%.
Agresivitas penyaluran dana BSI juga tercermin dari financing to deposit ratio (FDR) yang meningkat dari kuartal I-2022 sebesar 74,38% menjadi 79,14%. Adapun realisasi piutang dan pembiayaan tersebut ikut mendongkrak total kekayaan atau aset BSI pada kuartal I-2023 menjadi Rp 313,25 triliun, bertambah sebesar 15,47% (yoy).
Baca Juga:
Laba Bersih BSI (BRIS) MoncerSementara itu, kewajiban atau liabilitas mengikuti perkembangan bisnis perusahaan sampai kuartal I-2023. Liabilitas naik 13,43% (yoy) menjadi Rp 278,26 triliun, yang utamanya ditopang penghimpunan dana dari masyarakat.
Adapun total dana pihak ketiga (DPK) yang terbagi atas dana simpanan wadiah dan dana investasi non profit sharing tercatat tumbuh 12,8% (yoy) menjadi Rp 269,26 triliun. Pertumbuhan ini khususnya disokong dana murah berupa giro dan tabungan, sementara deposito hanya sedikit bergerak naik.
Dari sisi permodalan, ekuitas BSI sampai dengan kuartal I-2023 tercatat mencapai Rp 34,99 triliun atau naik 34,66% (yoy). Peningkatan dicatatkan pada modal disetor, pengurangan pada pos agio, laba, dan peningkatan nilai pada cadangan. Permodalan perusahaan semakin solid dengan rasio kewajiban penyediaan modal minimum (KPMM) naik menjadi 20,36%.
Lebih Efisien
Editor: Theresa Sandra Desfika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now




