Kinerja BSI (BRIS) Moncer, Ini Faktor Penentunya
lebih lanjut, peningkatan skala bisnis melalui fungsi intermediasi BSI membuahkan hasil positif pos pendapatan. Pendapatan penyaluran dana BSI naik 17,70% (yoy) pada kuartal I-2023 menjadi Rp 5,62 triliun.
Jika dirinci, bagi hasil untuk pemilik dana investasi dibukukan senilai 1,32 triliun atau naik 38,45% (yoy). Dengan begitu, pendapatan setelah distribusi bagi hasil yang dicetak BSI meningkat 12,49% (yoy) menjadi Rp 4,29 triliun.
Dengan nilai tersebut, perseroan setidaknya berhasil menjaga rasio net imbalan (NI) di level 6,04% pada kuartal I-2023. Posisi ini sedikit sedikit lebih tinggi dari periode sama tahun sebelumnya sebesar 6,01%.
Sementara itu, beban operasional selain penyaluran dana setelah dikurangi pendapatan selain penyaluran dana dicatatkan mencapai Rp 2,34 triliun atau menurun 6,02% (yoy). Realisasi kinerja yang semakin efisien ini juga tercermin dari rasio beban operasional terhadap pendapatan operasional (BOPO) yang berhasil susut dari 75,35% menjadi 69,65% secara tahunan.
Selain itu, perusahaan pun semakin efektif dalam mengelola aktiva produktif, termasuk dalam rangka mendukung profitabilitas. Dalam hal ini, rasio utama dalam penilaian rentabilitas yakni net operating margin (NOM) naik dari 2,11% menjadi 2,73% pada kuartal I-2023.
Dengan perolehan laba tersebut, BSI mencatat return on asset (ROA) sebesar 2,48% dan return on equity (ROE) sebesar 18,16% pada kuartal I-2023. Perolehan tersebut juga lebih tinggi dari periode sama tahun sebelumnya, dengan ROA dan ROE masing-masing sebesar 1,93% dan 16,58%.
Editor: Theresa Sandra Desfika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now




