Cetak Margin Kontribusi Positif, Sejumlah Analis Ini Apresiasi Kinerja GOTO Kuartal I-2023
Margin Kotribusi Positif
GOTO berhasil mencatatkan margin kontribusi positif Rp 636 miliar pada kuartal I-2023 atau setara dengan 0,4% dari nilai transaksi bruto (GTV) grup secara konsolidasi. Angka tersebut jauh membaik, dibandingkan dengan kuartal I-2022 yang masih rugi Rp 2,5 triliun.
Laporan kinerja keuangan perseroan mengungkap bahwa semua segmen bisnis GOTO, yaitu on-demand service, e-commerce, dan financial technology melaporkan margin kontribusi yang positif. Kondisi ini mencerminkan GOTO semakin efisien dan mampu mengejar pertumbuhan yang berkualitas.
Selain margin kontribusi yang positif, adjusted EBITDA GOTO juga membaik signifikan atau tumbuh 67% secara tahunan menjadi minus Rp 1,6 triliun. Semua unit bisnis GOTO juga mencatatkan perbaikan EBITDA disesuaikan secara signifikan.
GOTO berhasil mempertahankan pertumbuhan pendapatan bruto double digit pada kuartal I-2023, meskipun biaya insentif untuk pelanggan dipangkas secara agresif hingga 29%. Laporan keuangan GOTO Pendapatan bruto perseroan naik 14% menjadi Rp 5,98 triliun, dibandingkan periode yang sama tahun lalu (YoY) sebanyak Rp 5,23 triliun.
GOTO juga sukses mencetak lompatan pendapatan bersih sebanyak 123% menjadi Rp 3,3 triliun dari sebelumnya hanya Rp 1,58 triliun. Sementara itu, GTV mencapai Rp 148,5 trilun, naik 6% pada kurun waktu yang sama. Padahal, perseroan berhasil memangkas beban penjualan dan pemasaran hingga 50% dari Rp 3,3 triliun menjadi Rp 1,63 triliun pada kuartal I-2024.
Pada kuartal I-2023, nilai kas yang digunakan untuk operasional mencapai Rp 1,95 triliun, jauh lebih rendah dari kuartal I-2022 sebanyak Rp 3,35 triliun. Adapun, saham GOTO ditutup melesat Rp 4 (4,21%) menjadi Rp 99. Saham GOTO yangbergerak dalam rentang Rp 95-104 sepanjang hari ini tercatat sebagai top volume.
“Pengelolaan beban operasional tetap secara cermat turut mendukung Perseroan dalam langkahnya mencapai profitabilitas, dan secara signifikan telah mengurangi biaya operasional serta tingkat cash burn. Menjaga kedisiplinan dalam pengelolaan beban juga merupakan bagian penting dari strategi jangka panjang Perseroan, di mana basis biaya yang lebih rendah akan memberikan kami keleluasaan lebih besar untuk mengalokasikan modal demi percepatan pertumbuhan di masa depan,” kata Direktur Keuangan Grup GoTo Jacky Lo.
Editor: Investor.id
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO
Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast
Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di IndonesiaBERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan
Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Tag Terpopuler
Terpopuler






