Kemunculan Jonathan Chang dan Dividen Alfamart (AMRT)
JAKARTA, investor.id - Nama Jonathan Chang mendadak muncul tercatat sebagai pemegang 2.323.870.700 saham atau 5,6% dari PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) alias Alfamart per 19 Mei 2023. Itu berdasarkan data Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI).
Per 17 Mei, Jonathan Chang belum tercatat sebagai pemegang saham AMRT di atas 5%. Namun data yang disajikan tidak mengungkap lebih detail mengenai Jonathan Chang. Hanya disebut dia beralamat di Grogol Selatan, Kebayoran Lama.
Sementara berdasarkan data terkini, per 24 Mei, Jonathan Chang masih tercatat menggenggam 5,6% saham Alfamart.
Adapun pada perdagangan sesi I tanggal 26 Mei, saham AMRT berada di level Rp 2.720 alias stagnan. Namun dalam satu pekan terakhir, AMRT anjlok 5,86%. Dengan asumsi harga sesi I maka nilai kepemilikan Jonathan Chang mencapai Rp 6,32 triliun.
Jonathan Chang juga pernah terpantau muncul sebagai pemegang 6,6% saham PT Surya Esa Perkasa Tbk (ESSA) per 29 Maret 2023. Akan tetapi di data per 19 Mei, namanya tak tercatat lagi sebagai pemegang 5% saham atau lebih ESSA.
Sementara itu, sesuai keputusan dalam rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST), Alfamart akan membagikan dividen senilai total Rp 999,07 miliar atau setara 35% dari laba bersih 2022. Dividen sebesar Rp 24,06 per saham tersebut akan dibagikan pada 14 Juni 2023. Cum dividen di pasar reguler dan negosiasi pada 26 Mei, dan ex dividen di 29 Mei.
Jika tak ada perubahan, maka Jonathan Chang berpeluang meraup dividen Rp 55,91 miliar dari Alfamart.
Sebagai informasi, mengutip berbagai sumber, nama Jonathan Chang pernah menjabat sebagai komisaris PT Astra International Tbk sejak Mei 2010 hingga 1 Januari 2018. Dia juga pernah tercatat menjabat country chairman Jardine Matheson Ltd di Indonesia sejak 2009.
Ia pernah menjabat sebagai country head chairman PT UBS Securities Indonesia sejak 2004 hingga 2009, country head JP Morgan Indonesia dari tahun 2000 hingga 2004 dan country head Jardine Fleming Indonesia hingga tahun 2000. Jonathan Chang lulus dengan gelar sarjana akuntansi dari Monash University, Australia pada tahun 1985 dan merupakan akuntan publik bersertifikat.
Editor: Theresa Sandra Desfika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Core Dukung Perluasan Insentif ke Sektor Padat Karya
Core dorong pemerintah memperluas program padat karya dan insentif industri manufaktur demi jaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.Giliran Purbaya Respons Surat Investor China soal Iklim Investasi RI
Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha China soal iklim investasi RI dan menegaskan pemerintah tetap utamakan kepentingan nasional.Livin’ by Mandiri Beri Kemudahan Nasabah Berkurban
Bank Mandiri mempermudah pembelian hewan kurban secara digital melalui fitur Sukha di aplikasi Livin’ by Mandiri.Tag Terpopuler
Terpopuler




