Jumat, 15 Mei 2026

Daftar Emiten BUMN Penebar Dividen Besar, Sudah Kebagian Belum?

Penulis : Muawwan Daelami
31 Mei 2023 | 06:00 WIB
BAGIKAN
Telkom
Telkom

JAKARTA, Investor.id – Sejumlah emiten BUMN dan anak BUMN jorjoran menebar dividen jumbo tahun buku 2022, terlihat pada tingginya rasio dividen. Hal ini tak lepas dari lonjakan laba bersih selama tahun lalu.

Terbaru, PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) menebar dividen sebesar Rp 16,6 triliun atau mencerminkan rasio dividen 80%. Jumlah itu naik 11,7% dari tahun sebelumnya. Hal ini sudah disetujui rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) Telkom beserta spin-off Indihome ke Telkomsel.   

Selanjutnya, RUPST PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN/PGAS), subholding gas PT Pertamina, menyetujui pembagian dividen US$ 228 juta atau Rp 3,4 triliun tahun buku 2022. Ini mencerminkan rasio dividen 70%. Adapun dividen per saham mencapai Rp 141.

ADVERTISEMENT

Sebelumnya, sebanyak empat emiten BUMN menetapkan rasio dividen di atas 50%. Perinciannya, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) menetapkan rasio dividen 60% senilai Rp 24,7 triliun, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) 85% atau Rp 43 triliun, PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) 70% atau Rp 1,6 triliun, dan PT Bukit Asam Tbk (PTBA) diprediksi 56%. Dividen Bukit Asam akan diputuskan RUPST pertengahan  Juni 2023.

Di sisi lain, PT Daya Mitratelekomunikasi Tbk (MTEL) atau Mitratel, anak usaha Telkom, menetapkan rasio dividen yang sangat tinggi, mencapai 99% tahun buku 2022 senilai total Rp 1,76 triliun. Perinciannya, dividen tunai Rp 1,24 triliun, 70% dari laba bersih perseroan dan 29% dividen spesial.

Direktur Utama Telkom (TLKM) Ririek Adriansyah menuturkan, sisa laba bersih Telkom sebesar 20% atau Rp 4,2 triliun tahun lalu dialokasikan sebagai laba ditahan. Dividen setara Rp 167,6 per saham tersebut akan dibayarkan paling lambat pada 5 Juli 2023 kepada para pemegang saham Telkom yang tercatat dalam daftar pemegang saham pada penutupan perdagangan 13 Juni 2023.

Sepanjang 2022, Telkom berhasil membukukan pendapatan konsolidasian Rp 147,31 triliun, tumbuh 2,9% dibandingkan periode sama tahun lalu. EBITDA tercatat sebesar Rp 78,99 triliun, naik 4,3% dengan laba bersih operasi Rp 25,86 triliun atau tumbuh 7,7%.

Selain menyetujui pembagian dividen, RUPST emiten berkode saham TLKM tersebut menyepakati perubahan susunan pengurus dewan komisaris dan direksi.

Editor: Harso Kurniawan

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 3 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 3 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 4 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 4 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 5 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 5 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia