Market Cap Rp 129 Triliun, Saham Ini Akhiri Dominasi Merdeka Copper
Adapun sisa dana IPO akan digunakan untuk penyetoran modal kepada AMNT melalui pengambil alihan saham baru yang akan diterbitkan oleh AMNT. Dana ini akan digunakan AMNT untuk membiayai pengeluaran modal atas proyek ekspansi pabrik konsentrator yang berlokasi di Desa Sekongkang Atas, Kecamatan Sekongkang, Kabupaten Sumbawa Barat, Provinsi Nusa Tenggara Barat dan proyek pembangkit listrik tenaga gas dan uap di Desa Benete, Kecamatan Maluk, Kabupaten Sumbawa Barat, Provinsi Nusa Tenggara Barat.
Phintraco mencatat, dengan harga pelaksanaan IPO Rp 1.650, valuasi saham AMMN cukup atraktif dengan PER 7 kali, jauh di bawah MDKA 389 kali, INCO 11 kali, ANTM 7 kali, dan BRMS 144 kali. Adapun PBV harga pelaksanaan ini mencapai 1,76 kali, lebih murah dari MDKA 4,8 kali, INCO 1,78 kali, ANTM 1,87 kali, namun lebih mahal dari BRMS 1 kali. Sementara itu, dengan harga IPO Rp 1.775, PER saham AMMN mencapai 7,5 kali, hanya kalah murah dari ANTM 7,1 kali.
Pengembangan Bisnis
Amman Mineral adalah induk AMNT, perusahaan pemilik tambang tembaga dan emas nomor dua di Indonesia. AMNT memiliki cadangan setara tembaga terbesar nomor lima di dunia apabila tambang Batu Hijau dikombinasikan dengan cebakan Elang. Kedua tambang ini berada di Nusa Tenggara Barat.
Data cadangan bijih Amman untuk Batu Hijau dan Elang per 31 Desember 2022 sesuai JORC Code 2012 (Joint Ore Reserves Committee) adalah sebesar 17,12 miliar pon tembaga dan 23,2 juta ons emas. Per 31 Desember 2022, tambang Batu Hijau secara kumulatif telah memproduksi 9.400 Mlbs tembaga dan 9,5 Moz emas
Amman Mineral mencatatkan penjualan bersih US$ 2,83 miliar pada 2022, meningkat 117,9% dari 2021 di posisi US$ 1,29 miliar. Laba bersih terbang 242,7% dari US$ 320,61 juta menjadi US$ 1,09 miliar tahun 2022. Jumlah aset per 31 Desember 2022 sebesar US$ 6,49 miliar dan liabilitas total US$ 2,88 miliar.
Presiden Direktur Amman Mineral Alexander Ramlie mengatakan, AMNT sudah memasuki fase tujuh dalam operasional tambang Batu Hijau. "Kami sedang tahap pengembangan fase 8 yang diperkirakan dapat memperpanjang usia tambang hingga 2030. Kami juga akan mulai mempersiapkan Elang untuk dapat memulai operasional penambangan di tahun 2031 hingga 2046,” papar dia.
Perseroan melalui AMIN akan membangun smelter berkapasitas input awal 900 ribu ton konsentrat tembaga per tahun. Nantinya, smelter ini mengolah konsentrat tembaga dari tambang Batu Hijau dan proyek Elang.
Smelter itu akan menghasilkan 222 ribu ton katoda tembaga, 830 ribu ton asam sulfat dengan konsentrasi 98%. Lalu untuk pemurnian logam mulia akan menghasilkan 18 ton emas batangan dengan kemurnian emas 99,9%, 55 ton perak batangan dengan kemurnian perak 99,9%, dan logam mulia lainnya.
Editor: Harso Kurniawan
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler






