Kamis, 14 Mei 2026

Kejutan! Patrick Walujo Jadi CEO GOTO Gantikan Andre Soelistyo

Penulis : Jauhari Mahardhika
8 Jun 2023 | 15:56 WIB
BAGIKAN
Patrick Walujo. (Foto: Northstar Group)
Patrick Walujo. (Foto: Northstar Group)

JAKARTA, investor.id – PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) pada Kamis (8/6/2023) mengumumkan agenda rapat umum pemegang saham tahunan dan luar biasa (RUPST & RUPSLB) yang akan diselenggarakan pada 30 Juni mendatang. GOTO menominasikan Patrick Sugito Walujo sebagai direktur utama/CEO menggantikan pejabat sebelumnya, Andre Soelistyo.

GOTO mengusulkan 9 agenda RUPST dan 2 agenda RUPSLB, salah satunya terkait perubahan dewan direksi dan komisaris. Pergantian ini akan efektif setelah mendapatkan restu pemegang saham. Patrick juga akan didukung veteran Gojek, Thomas Husted, yang dinominasikan sebagai Wakil Direktur Utama, yang nantinya akan mengemban tugas sebagai Chief Operating Officer.

Sementara itu, Andre Soelistyo akan mengisi dewan komisaris, bertukar posisi dengan Patrick. Perseroan juga mengusulkan Agus DW Martowardojo menjadi komisaris utama menggantikan Garibaldi 'Boy' Thohir.

ADVERTISEMENT

“Perseroan mengumumkan bahwa Andre Soelistyo dinominasikan untuk mendapatkan persetujuan pemegang saham untuk menjadi Komisaris Perseroan, dan oleh karenanya mengundurkan diri dari posisinya sebagai Direktur Utama. Nantinya dalam perannya sebagai Komisaris, Andre akan mengawasi dan memberikan arahan strategis kepada manajemen guna menuju target EBITDA yang disesuaikan positif pada akhir tahun dan pertumbuhan berkelanjutan dalam jangka panjang,” tulis manajemen GOTO dalam keterangan resmi, Kamis (8/6/2023).

Direktur Utama dan Co-Founder GOTO Andre Soelistyo mengatakan, pencapaian GOTO merupakan hasil kerja keras banyak pihak, termasuk para pemimpin kelas dunia yang kini menjalankan bisnis GOTO.

“Menjabat sebagai Direktur Utama GOTO adalah sebuah kehormatan besar, dan saya sangat menghargai berbagai kesempatan yang telah diberikan oleh perseroan. Saya sangat bangga atas budaya dan kegigihan yang telah kami bangun, dan saya percaya meskipun perubahan akan selalu ada, komitmen untuk menjalankan misi perseroan akan selalu terjaga," kata Andre.

Menurut dia, hal itu akan selalu menjadi katalis perubahan positif dan mempertahankan nilai-nilai yang mendorong perseroan untuk terus meningkatkan kualitas kehidupan dan membawa kemajuan bagi semua pihak dalam ekosistem, termasuk mitra pengemudi, pedagang dan konsumen. 

Sebagai calon penerus Andre, Patrick Walujo sebenarnya bukan orang baru. Ia bersama sama Andre, Nadiem Makarim dan para founder lainnya ikut membesarkan Gojek sejak masih beroperasi dari garasi rumah hingga menjadi unicorn, decacorn, merger dengan Tokopedia dan mencatatkan diri sebagai perusahaan publik (IPO).

“Sebagai salah satu investor pertama Gojek dan Komisaris GOTO, saya selalu memiliki kepercayaan besar terhadap perseroan. Apabila nominasi saya disetujui oleh pemegang saham, saya akan berdedikasi penuh kepada GOTO dan bekerjasama dengan jajaran direksi lainnya untuk mendorong kemajuan unit bisnis, terus mengoptimalisasi strategi Perseroan menuju target profitabilitas serta memperkokoh landasan pertumbuhan jangka panjang,” tutur Patrick.

Adapun Andre Soelistyo menyelesaikan masa jabatan setelah melewati dua tahun kepemimpinan yang gemilang sebagai CEO GOTO. Sebelumnya, ia memegang sejumlah posisi puncak di Gojek dan berperan penting dalam melahirkan berbagai inovasi baru seperti bisnis logistik dan finansial. Ia optimistis saat mencanangkan target adjusted ebitda pada akhir tahun ini. Dan, separuh jalan dari target itu sudah berhasil ia tunjukkan pada kinerja kuartal I-2023.

Pada kuartal I-2023, GOTO sukses melakukan sejumlah perbaikan, baik di sisi topline maupun bottom line. GOTO membukukan nilai transaksi bruto atau gross transaction value (GTV) senilai Rp 149 triliun, tumbuh 6% secara tahunan (YoY). Dari total GTV ini, perseroan berhasil mengantongi pendapatan bruto sebesar Rp 6 triliun, melesat 14,3%. Pertumbuhan pendapatan bruto yang lebih tinggi dari kenaikan GTV menunjukkan manajemen mampu mengoptimalkan mesin pendapatan dengan memonetisasi semua kekuatan unit bisnis.

Dari laporan keuangan GOTO terlihat jelas pada pos pendapatan bersih. Perusahaan teknologi dengan ekosistem terbesar di tanah air ini berhasil mencetak pendapatan bersih senilai Rp 3,3 triliun, melonjak 123% dibandingkan periode yang sama tahun lalu senilai Rp 1,5 triliun.

Meski masih membukukan kerugian, GOTO secara perlahan mulai membalikkan keadaan. Sebagai pembanding, rugi bersih GOTO pada kuartal I-2022 mencapai Rp6,6 triliun. Artinya, rugi bersih tersebut membaik signifikan sebesar 41% dalam setahun terakhir.

Editor: Jauhari Mahardhika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 27 menit yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 57 menit yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 1 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Macroeconomy 2 jam yang lalu

Core Dukung Perluasan Insentif ke Sektor Padat Karya

Core dorong pemerintah memperluas program padat karya dan insentif industri manufaktur demi jaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.
Macroeconomy 2 jam yang lalu

Giliran Purbaya Respons Surat Investor China soal Iklim Investasi RI

Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha China soal iklim investasi RI dan menegaskan pemerintah tetap utamakan kepentingan nasional.
Finance 2 jam yang lalu

Livin’ by Mandiri Beri Kemudahan Nasabah Berkurban

Bank Mandiri mempermudah pembelian hewan kurban secara digital melalui fitur Sukha di aplikasi Livin’ by Mandiri.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia