Jumat, 15 Mei 2026

Pilarmas: IHSG Menguat Terbatas, Simak Peluang Cuan SMGR Hingga SMDR

Penulis : Indah Handayani
16 Jun 2023 | 07:51 WIB
BAGIKAN
Pengunjung melintas di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta. (BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal)
Pengunjung melintas di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta. (BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal)

JAKARTA, investor.id – Pilarmas Investindo Sekuritas mengatakan, berdasarkan analisa teknikal, IHSG berpotensi menguat terbatas pada perdagangan Jumat (16/6/2023). IHSG diperkirakan akan bergerak dengan support dan resistance 6.674-6.731. Simak saham peluang cuan SMGR hingga SMDR.

Pada perdagangan Kamis (15/6/2023), IHSG ditutup menguat sebesar 14 poin (0,21%) ke level 6.713. Sektor energi, barang baku, infrastruktur, Kesehatan, teknologi, konsumen non primer bergerak positif dan menopang kenaikan IHSG.  

Pilarmas mengatakan, Bank Sentral Eropa telah menaikkan tingkat suku bunga mereka dari sebelumnya 3,75 - 4% menjadi 4 - 4.25%. Sejauh ini, Pilarmas masih cukup khawatir dengan kenaikkan tingkat suku bunga karena akan memiliki dampak yang cukup besar bagi perusahaan dan rumah tangga.

ADVERTISEMENT

“Hal ini akan menjadi salah satu perhatikan pelaku pasar dan investor, sekuat apa perekonomian Eropa dalam menahan kenaikkan tingkat suku bunganya, sementara inflasi masih belum berhasil di kendalikan? Kami berharap, selain kebijakan moneter, bauran kebijakan fiscal juga menjadi salah satu variable penting dalam mengendalikan inflasi,” tulis Pilarmas dalam risetnya, Jumat (16/6/2023).

Pilarmas mengatakan, Badan Pusat Statistik (BPS) dalam rilis data ekonomi neraca perdagangan Indonesia di bulan Mei 2023 mengalami penyusutan surplusnya dimana nilai neraca perdagangan barang pada Mei 2023 sebesar US$ 0,44 miliar atau US$ 440 juta dari sebelumnya bulan sebelumnya, yakni US$ 3,94 miliar. Penurunan atau menyempitnya surplus neraca perdagaan tersebut tentunya berdampak dari pengaruh ekternal ditengah lesunya global disaat inflasi yang tinggi dan kenaikan tingkat suku bunga.

Pilarmas menilai, pasar menilai jika surplus neraca perdagangan mengalami penurunan, tentunya akan berdampak secara jangka panjang terhadap mata uang rupiah dan pertumbuhan ekonomi dalam negeri karena melemahnya nilai tukar rupiah dalam jangka panjang bisa mengakibatkan harga produk-produk yang diimpor dari mancanegara menjadi lebih mahal dibanding produk-produk yang diekspor.

Menurut Pilarmas, hal ini, tentu saja akan menggerus kekayaan negara karena harus membayar lebih banyak kepada pihak lain, sementara pendapatan minim. Selain itu juga akan berdampak langsung pada kegiatan bisnis domestik dan permintaan mata uang dalam negeri, sehingga mempengaruhi pertumbuhan ekonomi. Apabila suatu negara melaporkan peningkatan surplus perdagangannya, PDB akan meningkat, serta merangsang pertumbuhan ekonomi atau sebaliknya akan menekan pertumbuhan ekonomi (GDP).

“Semoga situasi dan kondisi perlambatan ekonomi global tidak menghentikan langkah kita untuk berkibar,” tambah Pilarmas.

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 6 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 6 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 6 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 7 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 7 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 7 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia