Pilarmas: IHSG Menguat Terbatas, Simak Peluang Cuan SMGR Hingga SMDR
JAKARTA, investor.id – Pilarmas Investindo Sekuritas mengatakan, berdasarkan analisa teknikal, IHSG berpotensi menguat terbatas pada perdagangan Jumat (16/6/2023). IHSG diperkirakan akan bergerak dengan support dan resistance 6.674-6.731. Simak saham peluang cuan SMGR hingga SMDR.
Pada perdagangan Kamis (15/6/2023), IHSG ditutup menguat sebesar 14 poin (0,21%) ke level 6.713. Sektor energi, barang baku, infrastruktur, Kesehatan, teknologi, konsumen non primer bergerak positif dan menopang kenaikan IHSG.
Pilarmas mengatakan, Bank Sentral Eropa telah menaikkan tingkat suku bunga mereka dari sebelumnya 3,75 - 4% menjadi 4 - 4.25%. Sejauh ini, Pilarmas masih cukup khawatir dengan kenaikkan tingkat suku bunga karena akan memiliki dampak yang cukup besar bagi perusahaan dan rumah tangga.
“Hal ini akan menjadi salah satu perhatikan pelaku pasar dan investor, sekuat apa perekonomian Eropa dalam menahan kenaikkan tingkat suku bunganya, sementara inflasi masih belum berhasil di kendalikan? Kami berharap, selain kebijakan moneter, bauran kebijakan fiscal juga menjadi salah satu variable penting dalam mengendalikan inflasi,” tulis Pilarmas dalam risetnya, Jumat (16/6/2023).
Pilarmas mengatakan, Badan Pusat Statistik (BPS) dalam rilis data ekonomi neraca perdagangan Indonesia di bulan Mei 2023 mengalami penyusutan surplusnya dimana nilai neraca perdagangan barang pada Mei 2023 sebesar US$ 0,44 miliar atau US$ 440 juta dari sebelumnya bulan sebelumnya, yakni US$ 3,94 miliar. Penurunan atau menyempitnya surplus neraca perdagaan tersebut tentunya berdampak dari pengaruh ekternal ditengah lesunya global disaat inflasi yang tinggi dan kenaikan tingkat suku bunga.
Pilarmas menilai, pasar menilai jika surplus neraca perdagangan mengalami penurunan, tentunya akan berdampak secara jangka panjang terhadap mata uang rupiah dan pertumbuhan ekonomi dalam negeri karena melemahnya nilai tukar rupiah dalam jangka panjang bisa mengakibatkan harga produk-produk yang diimpor dari mancanegara menjadi lebih mahal dibanding produk-produk yang diekspor.
Menurut Pilarmas, hal ini, tentu saja akan menggerus kekayaan negara karena harus membayar lebih banyak kepada pihak lain, sementara pendapatan minim. Selain itu juga akan berdampak langsung pada kegiatan bisnis domestik dan permintaan mata uang dalam negeri, sehingga mempengaruhi pertumbuhan ekonomi. Apabila suatu negara melaporkan peningkatan surplus perdagangannya, PDB akan meningkat, serta merangsang pertumbuhan ekonomi atau sebaliknya akan menekan pertumbuhan ekonomi (GDP).
“Semoga situasi dan kondisi perlambatan ekonomi global tidak menghentikan langkah kita untuk berkibar,” tambah Pilarmas.
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO
Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast
Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di IndonesiaBERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan
Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Tag Terpopuler
Terpopuler






