Jumat, 15 Mei 2026

Tarik Minat Berinvestasi di SBN, Pemerintah Lanjut Sosialisasi 

Penulis : Rachman Pratama
16 Jun 2023 | 16:27 WIB
BAGIKAN
Kepala OJK Regional 3 Jateng & DIY Sumarjono (kiri) bersama Direktur Surat Utang Negara Kemenkeu RI Deni Ridwan (kanan) usai acara edukasi dan sosialisasi SBN di Semarang pada Jumat 16 Juni 2023.
Kepala OJK Regional 3 Jateng & DIY Sumarjono (kiri) bersama Direktur Surat Utang Negara Kemenkeu RI Deni Ridwan (kanan) usai acara edukasi dan sosialisasi SBN di Semarang pada Jumat 16 Juni 2023.

SEMARANG, Investor.id – Pemerintah mendorong masyarakat untuk berinvestasi pada surat berharga negara (SBN). Apalagi pemerintah menargetkan penerbitan SBN sebanyak Rp 150 triliun tahun ini.

Direktur Surat Utang Negara Kemenkeu RI Deni Ridwan saat menggear edukasi dan sosialisasi investasi kepada masyrakat oleh Kemenkeu bersama OJK Regional 3 Jawa Tengah dan DIY, di Kota Semarang, Jumat (16/6/2023) siang.

Sosialisasi tersebut dihadiri masyarakat dari berbagai latar belakang profesi, gender, dan usia. Peserta tampak antusias memperhatikan penjelasan mengenai SBN dari Deni Ridwan dan Kepala OJK Regional 3 Jateng dan DIY, Sumarjono.

ADVERTISEMENT

Deni Ridwan mengatakan, edukasi dan sosialisasi dilakukan untuk menambah literasi masyarakat mengenai investasi yang aman. Pasca pandemi, jumlah investor dalam negeri meningkat pesat. Namun dengan perbandingan jumlah penduduk,  seharusnya jumlah investor bisa lebih ditingkatkan lagi.

Dia mengatakan, tahun ini, pemerintah menargetkan jumlah penerbitan SBN bisa mencapai angka 150 triliun. Target ini cukup realistis, mengingat pada 2022 lalu, negara telah mampu menerbitkan SBN retail hingga Rp 107 triliun.

Saat ini, Deni Ridwan menjelaskan bahwa jumlah investor domestik juga telah didominasi oleh anak-anak muda.

“Kalau dilihat dari sisi demografinya, 40% investor kita adalah generasi milenial. Kemudian disusul generasi x, generasi baby boomer dan generasi berikutnya. Yang menarik lagi, itu generasi z juga sudah berinvestasi. Mereka yang umurnya belasan dan baru punya KTP, sudah banyak yang jadi investor,” kata Deni kepada wartawan pada Jumat (16/6/2023).

Salah satu anak muda yang datang memperhatikan sosialisasi dan edukasi SBN ini adalah Zaki Faisal. Dirinya yang masih tercatat sebagai seorang mahasiswa di kampus negeri di Kota Semarang mengaku sudah setahun ini berinvestasi di SBN Retail.

“Ya saya mengumpulkan uang sedikit demi sedikit, kemudian ketika sudah ada 1 juta saya investasikan di SBN retail ini karena resikonya itu rendah, sehingga cocok buat saya,” sebut Zaki yang datang bersama teman-temannya.

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 4 menit yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Market 1 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 7 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 7 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 8 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 8 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia