Jumat, 15 Mei 2026

IHSG Dibuka Melemah, Lima Saham Paling Amsyong

Penulis : Indah Handayani
19 Jun 2023 | 09:08 WIB
BAGIKAN
Pengunjung melintas di Bursa Efek Indonesia (BEI), di Jakarta. (B-Universe Photo/Mohammad Defrizal)
Pengunjung melintas di Bursa Efek Indonesia (BEI), di Jakarta. (B-Universe Photo/Mohammad Defrizal)

JAKARTA, investor.id – Ditutup melemah sebesar 15 poin (0,23%) ke level 6.698, IHSG dibuka melemah 13,68 poin (0,20%) ke posisi 6.684,86 pada sesi I, Senin (19/6/2023). IHSG hari ini bergerak bervariasi pada rentang 6.701 - 6.682. di awal perdagangan, ada lima saham paling amsyong karena harganya anjlok.  

Tercatat sebanyak 271,29 juta saham telah diperdagangkan di menit-menit awal, dengan nilai perdagangan sebesar Rp 96,2 miliar dan frekuensi perdagangan baru mencapai 5.449 kali transaksi. Sebanyak 40 saham diperdagangkan mencatatkan kenaikan, 34 saham terkoreksi, dan 42 saham stagnan.

Lima sektor saham melemah pada awal perdagangan sesi I. Sektor energi  turun paling dalam dibandingkan saham-saham lainnya. Sebab, anjlok 0,24%. Disusul, penurunan sektor kesehatan 0,22%, sektor keuangan 0,15%, sektor infrastruktur 0,14%, dan sektor industri 0,01%. 

ADVERTISEMENT

Di awal perdagangan sesi I, ada lima saham paling amsyong karena harganya anjlok. Kelima saham tersebut adalah PT Grand House Mulia Tbk (HOMI yang anjlok 14,74%. Disusul PT Laju Berdikari Logistics Tbk (LAJU) turun 12,40%, PT Indah Prakasa Sentosa Tbk (INPS) amblas 10,19%, PT PT Menn Teknologi Indonesia Tbk (MENN) terkoreksi 9,8%, PT Maxindo Karya Anugerah Tbk (MAXI) menurun 5,17%.  

Wall Street mengalami koreksi wajar di Jumat (16/6/2023). Meski demikian, Wall Street masih berada dalam bullish trend dalam beberapa pekan terakhir. Sentimen terbaru adalah petunjuk dari The Fed bahwa kenaikan The Fed rate mungkin tersisa hanya dua kali lagi di 2023.

Pasar saham Asia-Pasifik sebagian besar jatuh pada Senin (19/6/2023). Nikkei 225 tergelincir 0,14% pada pembukaan pada hari Senin bersama dengan Topix, yang turun 0,1%. Kospi Korea Selatan turun 0,41%, sedangkan Kosdaq turun 0,5%. Australia melawan tren, dengan S&P/ASX 200 lebih tinggi sebesar 0,2%.   

Prediksi Analis

Yugen Bertumbuh Sekuritas memprediksi, IHSG hari ini berpotensi menguat terbatas dengan kisaran 6.636 – 6.742. Pola pergerakan IHSG hari ini masih dibayangi oleh gelombang tekanan yang terlihat belum akan berakhir. Sedangkan pola gerak IHSG hari ini juga akan dipengaruhi oleh sentimen dari fluktuasi nilai tukar Rupiah serta harga komoditas.

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Business 13 menit yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Market 23 menit yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 1 jam yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 1 jam yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 2 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 8 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia