Kamis, 14 Mei 2026

Pasar Kripto Melemah, Bitcoin Anteng di Level US$ 30 Ribu

Penulis : Indah Handayani
6 Jul 2023 | 07:45 WIB
BAGIKAN
Penyedia jasa Kripto Exchange Ilegal alias tidak terdaftar yang beroperasi di Indonesia akan diberi sanksi
Penyedia jasa Kripto Exchange Ilegal alias tidak terdaftar yang beroperasi di Indonesia akan diberi sanksi

JAKARTA, investor.id – Pasar kripto melemah dalam 24 jam terakhir. Bitcoin turun meski masih anteng di level US$ 30 ribu. Pelemahan juga terjadi pada Ethereum dan Binance. 

Berdasarkan data dari Coinmarketcap, Kamis pagi (6/7/2023) pukul 07.24 WIB, kapitalisasi pasar kripto global turun 1,34% menjadi US$ 1,19 triliun dalam 24 jam. Kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar, Bitcoin (BTC) melemah 0,98% dalam 24 jam terakhir. Saat ini, harga Bitcoin di level US$ 30.527,44 per koin atau setara Rp 460,68 juta (Kurs, Rp 15.091).

Pelemahan juga terjadi pada Ethereum (ETH) pada pagi ini. ETH terkoreksi 0,05% dalam sehari terakhir. Dengan begitu, saat ini ETH berada di level US$ 1.912,40 per koin. Sementara itu, Binance coin (BNB) masih melanjutkan terkoreksi 1,62% dalam 24 jam. Sehingga BNB dibanderol dengan harga US$ 239,2 per koin. 

ADVERTISEMENT

Dikutip dari CoinDesk, pasca libur Hari Kemerdekaan AS, rilis risalah Federal Reserve bulan Juni, dan komentar yang menguntungkan kripto oleh CEO BlackRock Larry Fink membuat bitcoin sebagian besar tidak tergerak dari tempat peristirahatannya saat ini, yaitu US$ 30 ribu.

Tim Frost, CEO dari platform kekayaan digital Yield App, menulis bahwa pasar kripto kemungkinan sedang bertransisi dari bear market 18 bulan ke waktu yang lebih menjanjikan. Frost mencatat kesejajaran di pasar kripto 2019 ketika bitcoin terhenti setelah muncul dari crypto winter sebelum melonjak lagi di tahun berikutnya.

"Kita bisa melihat periode stabilitas yang sama sekitar sekarang. Memang, bitcoin tetap relatif stabil selama tiga bulan terakhir berkisar antara US$ 28 ribu dan level saat ini tepat di bawah US$ 31 ribu. Jika kita melihat beberapa bulan lagi, ini akan menjadi panggung untuk periode yang jauh lebih optimis dalam hal harga,” ungkapnya.

Frost menambahkan bahwa sinyal ekonomi makro dan tren industri kripto menunjukkan hal yang positif, termasuk penurunan inflasi baru-baru ini, pembukaan program pelonggaran kuantitatif di Tiongkok, peningkatan kejelasan peraturan di Singapura, Korea Selatan, dan Thailand untuk mencegah jenis aset yang berbaur.

Frost juga mencatat, SEC mengizinkan platform peminjaman kripto yang bangkrut Celcius untuk menjual altcoin untuk bitcoin dan eter yang kemudian dapat didistribusikan ke kreditur dan klien lainnya.

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 8 menit yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 38 menit yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 49 menit yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Macroeconomy 1 jam yang lalu

Core Dukung Perluasan Insentif ke Sektor Padat Karya

Core dorong pemerintah memperluas program padat karya dan insentif industri manufaktur demi jaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.
Macroeconomy 2 jam yang lalu

Giliran Purbaya Respons Surat Investor China soal Iklim Investasi RI

Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha China soal iklim investasi RI dan menegaskan pemerintah tetap utamakan kepentingan nasional.
Finance 2 jam yang lalu

Livin’ by Mandiri Beri Kemudahan Nasabah Berkurban

Bank Mandiri mempermudah pembelian hewan kurban secara digital melalui fitur Sukha di aplikasi Livin’ by Mandiri.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia