Pasar Kripto Melemah, Bitcoin Anteng di Level US$ 30 Ribu
JAKARTA, investor.id – Pasar kripto melemah dalam 24 jam terakhir. Bitcoin turun meski masih anteng di level US$ 30 ribu. Pelemahan juga terjadi pada Ethereum dan Binance.
Berdasarkan data dari Coinmarketcap, Kamis pagi (6/7/2023) pukul 07.24 WIB, kapitalisasi pasar kripto global turun 1,34% menjadi US$ 1,19 triliun dalam 24 jam. Kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar, Bitcoin (BTC) melemah 0,98% dalam 24 jam terakhir. Saat ini, harga Bitcoin di level US$ 30.527,44 per koin atau setara Rp 460,68 juta (Kurs, Rp 15.091).
Pelemahan juga terjadi pada Ethereum (ETH) pada pagi ini. ETH terkoreksi 0,05% dalam sehari terakhir. Dengan begitu, saat ini ETH berada di level US$ 1.912,40 per koin. Sementara itu, Binance coin (BNB) masih melanjutkan terkoreksi 1,62% dalam 24 jam. Sehingga BNB dibanderol dengan harga US$ 239,2 per koin.
Dikutip dari CoinDesk, pasca libur Hari Kemerdekaan AS, rilis risalah Federal Reserve bulan Juni, dan komentar yang menguntungkan kripto oleh CEO BlackRock Larry Fink membuat bitcoin sebagian besar tidak tergerak dari tempat peristirahatannya saat ini, yaitu US$ 30 ribu.
Tim Frost, CEO dari platform kekayaan digital Yield App, menulis bahwa pasar kripto kemungkinan sedang bertransisi dari bear market 18 bulan ke waktu yang lebih menjanjikan. Frost mencatat kesejajaran di pasar kripto 2019 ketika bitcoin terhenti setelah muncul dari crypto winter sebelum melonjak lagi di tahun berikutnya.
"Kita bisa melihat periode stabilitas yang sama sekitar sekarang. Memang, bitcoin tetap relatif stabil selama tiga bulan terakhir berkisar antara US$ 28 ribu dan level saat ini tepat di bawah US$ 31 ribu. Jika kita melihat beberapa bulan lagi, ini akan menjadi panggung untuk periode yang jauh lebih optimis dalam hal harga,” ungkapnya.
Frost menambahkan bahwa sinyal ekonomi makro dan tren industri kripto menunjukkan hal yang positif, termasuk penurunan inflasi baru-baru ini, pembukaan program pelonggaran kuantitatif di Tiongkok, peningkatan kejelasan peraturan di Singapura, Korea Selatan, dan Thailand untuk mencegah jenis aset yang berbaur.
Frost juga mencatat, SEC mengizinkan platform peminjaman kripto yang bangkrut Celcius untuk menjual altcoin untuk bitcoin dan eter yang kemudian dapat didistribusikan ke kreditur dan klien lainnya.
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Core Dukung Perluasan Insentif ke Sektor Padat Karya
Core dorong pemerintah memperluas program padat karya dan insentif industri manufaktur demi jaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.Giliran Purbaya Respons Surat Investor China soal Iklim Investasi RI
Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha China soal iklim investasi RI dan menegaskan pemerintah tetap utamakan kepentingan nasional.Livin’ by Mandiri Beri Kemudahan Nasabah Berkurban
Bank Mandiri mempermudah pembelian hewan kurban secara digital melalui fitur Sukha di aplikasi Livin’ by Mandiri.Rupiah Tertekan, BI-Rate Diprediksi Naik pada Kuartal II-2026
DBS memprediksi BI berpotensi menaikkan BI-Rate pada kuartal II-2026 seiring pelemahan rupiah dan cadangan devisa yang menyusut.Dialog Lintas Sektor Diperlukan dalam Merumuskan Kebijakan terkait Tembakau
Direktur Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat atau P3M, KH. Sarmidi Husna, MA mengatakan, kebijakan terkait produk tembakau tidak dapat dilihat hanya dari perspektif kesehatan semata.Purbaya: Tak Ada Tax Amnesty Lagi Kecuali Perintah Presiden
Menkeu Purbaya menegaskan tak akan ada tax amnesty lagi selama dirinya menjabat, kecuali atas perintah Presiden.Tag Terpopuler
Terpopuler






