Amman Mineral (AMMN) Listing Hari Ini, Saham MBMA dan NCKL Malah Fase Downtrend
JAKARTA, investor.id - Saham PT Amman Mineral International Tbk (AMMN) dijadwalkan akan tercatat atau listing di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada hari ini, Jumat (7/7/2023). Sayangnya, saham perusahaan nikel seperti PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL) atau Harita Nikel dan PT Merdeka Battery Material Tbk (MBMA) malah dalam fase downtrend. Mengapa?
Berdasarkan data RTI, pada perdagangan Kamis (6/7/2023). Saham NCKL menurun 0,54% ke level Rp 920 per saham dari harga pembukaan Rp 935 per saham. Selanjutnya, MBMA juga membukukan penurunan 0,62% ke level Rp 795 per saham, padahal saat pembukaan saham MBMA bertengger di Rp 800 per saham.
Sebagai informasi, kedua perusahaan ini sempat digadang-gadang menjadi IPO terbesar di 2023, dimana dalam aksi itu NCKL meraup dana segar hingga Rp 9,97 triliun dengan melepas 7,9 miliar saham atau setara dengan 12,67% dari modal yang ditempatkan dan disetor. Dana itu digunakan oleh perseroan untuk mengembangkan usaha.
Selanjutnya, enam hari setelah NCKL melantai, perusahaan nikel lainnya yakni MBMA juga mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI) mengantongi dana segar sebesar Rp 9,2 triliun dengan melepas 11,5 miliar saham. Dana hasil IPO itu akan digunakan oleh perseroan untuk membiayai pembangunan dan pengembangan sejumlah proyek pemrosesan nikel seperti HPAL.
Menanggapi hal itu, Analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana menilai pergerakan saham MBMA dan NCKL masih berada pada fase downtrend-nya karena keduanya belum mampu break dari area resistance di 840 untuk MBMA dan NCKL di 1080. “Kami memperkirakan masih ada potensi koreksi terlebih dahulu untuk MBMA ke 770-785 dengan support 750 dan NCKL ke 820-875 dengan support 770,” ujar dia kepada Investor Daily, Kamis (6/7/2023).
Sementara itu, pada hari ini perusahaan tambang yang terafiliasi dengan PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) itu melepas 6,32 miliar saham pada harga pelaksanaan Rp1.695 per saham. Maka jumlah seluruh nilai IPO Amman Mineral mencapai Rp10,72 triliun, lebih tinggi dari emisi MBMA dan NCKL. Dengan demikian semakin ketat persaingan Nikel di Indonesia.
Menanggapi ramainya perusahaan nikel yang listing di BEI. Direktur Eksekutif Pusat Studi Hukum Energi Pertambangan (Pushep) Bisman Bakhtiar mengatakan, hal ini sejalan dengan prospek nikel yang masih cerah, lantaran nikel menjadi bahan baku berbagai macam industri, selain itu akan menjadi bahan utama baterai untuk listrik, yang kedepan akan mempunyai nilai ekonomi sangat tinggi.
“Dalam konteks global Indonesia masih terdepan, jadi saingan tidak begitu berarti dan di dalam negeri kebutuhan juga tinggi seiring dengan banyaknya smelter dan program hilirisasi nikel,” kata dia.
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO
Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast
Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di IndonesiaBERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan
Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Tag Terpopuler
Terpopuler






