Rupiah Diperkirakan Berbalik Menguat
JAKARTA, investor.id – Pengamat pasar uang Ariston Tjendra memperkirakan pelemahan rupiah tertahan Selasa (11/7) dan bisa berbalik menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS), karena ekspektasi pasar terhadap penurunan inflasi AS.
"Semalam, data ekspektasi inflasi konsumen AS terbaru menunjukkan penurunan inflasi ke 3,8% dibandingkan sebelumnya 4,1%. Ini hasil pengukuran terendah sejak April 2021," ujarnya di Jakarta, Selasa.
Pada Rabu (12/7/2023) malam, data inflasi konsumen AS untuk Juni 2023 disebut akan dirilis. Berdasarkan konsensus pasar, data ini akan menunjukkan angka 3,1% yang jauh lebih rendah dari data inflasi sebelumnya yang sebesar 4,0%.
"Ekspektasi penurunan inflasi ini diantisipasi pasar dengan penurunan nilai dolar AS terhadap nilai tukar lainnya, dan peluang rupiah bisa menguat sementara terhadap dolar AS hari ini," ungkap Ariston, seperti dikutip Antara, Selasa.
Menurut dia, penurunan inflasi ini meningkatkan harapan pasar bahwa era suku bunga tinggi akan segera berakhir.
"Potensi penguatan (rupiah) ke arah Rp 15.100, dengan potensi resisten di Rp 15.230," ucapnya.
Dolar AS melemah terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB). Investor menantikan laporan inflasi utama Amerika Serikat dan komentar pejabat Federal Reserve (Fed) memperkuat ekspektasi pasar bahwa bank sentral AS mendekati akhir dari siklus pengetatannya.
Indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama saingannya, turun 0,30% menjadi 101,9780 pada akhir perdagangan.
Pasar sangat menantikan angka inflasi utama AS akhir pekan ini, dengan indeks harga konsumen (CPI) inti tetap tinggi hingga saat ini.
Para analis pasar mencatat potensi kenaikan suku bunga acuan Fed pada pertemuan kebijakan Juli Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) telah dimasukkan ke dalam harga (price in).
Beberapa pejabat bank sentral AS pada Senin (10/7/2023) menyatakan Fed hampir mengakhiri siklus kenaikan suku bunga.
"Kami masih memiliki sedikit pekerjaan yang harus dilakukan. Saya hanya akan mengatakan untuk diri sendiri, saya pikir kita sudah dekat," kata Wakil Ketua Fed untuk Pengawasan Michael Barr, Senin.
Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Selasa pagi menguat 0,12% atau 17 poin menjadi Rp 15.187 per dolar Amerika Serikat (AS) dari sebelumnya Rp 15.204 per dolar AS.
Editor: Grace El Dora
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






