Jumat, 15 Mei 2026

Potensi Rupiah Melemah Jelang Rapat The Fed

Penulis : Grace El Dora
24 Jul 2023 | 14:10 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi rupiah. (Foto: ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/rwa/pri)
Ilustrasi rupiah. (Foto: ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/rwa/pri)

JAKARTA, investor.id – Pengamat memperkirakan potensi rupiah melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada Senin (24/7). Analis pasar uang Ariston Tjendra menilai pasar sekarang sedang menunggu hasil rapat kebijakan moneter The Federal Reserve (The Fed) yang akan dirilis Kamis (27/7).

"Menurut survei CME FedWatch Tool, probabilitas hampir 100% The Fed akan menaikkan suku bunganya sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 5,25% sampai 5,50%," ujar Ariston Tjendra menurut laporan Antara di Jakarta, Senin.

Lebih lanjut, pasar disebut bisa cenderung menunggu atau berperilaku wait and see dan tidak berani berspekulasi terlalu besar menjelang pengumuman hasil rapat bank sentral AS itu.

ADVERTISEMENT

"Tingkat inflasi AS memang melandai, tapi belum menyentuh target 2%. Apalagi beberapa data ekonomi AS seperti data tenaga kerja, masih mengindikasikan daya beli masyarakat AS masih tinggi sehingga bisa menaikkan inflasi lagi," jelas Aris.

Selain itu, imbal hasil (yield) obligasi pemerintah Treasury AS masih terlihat meningkat. Hal ini mengindikasikan pasar Amerika mengantisipasi kenaikan suku bunga acuan AS berikutnya.

"Potensi pelemahan ke arah Rp 15.050 sampai Rp 15.070 per dolar AS, dengan potensi support di kisaran Rp 14.980 per dolar AS," ucapnya.

Nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar AS yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Senin pagi melemah 0,04% atau enam poin menjadi Rp 15.034 per dolar AS, dari sebelumnya Rp 15.028 per dolar AS.

Sebelumnya, dolar AS menguat terhadap sekeranjang mata uang lainnya pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB). Saat itu investor menunggu pertemuan kebijakan Komite Pasar Terbuka Federal (Federal Open Market Committee/ FOMC) yang diperkirakan akan menaikkan suku bunga lagi.

Indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama saingannya, terangkat 0,19% menjadi 101,0724 pada akhir perdagangan.

Pertemuan bank sentral Amerika dijadwalkan minggu depan, dengan Federal Reserve diperkirakan akan menaikkan suku bunga sebesar 25 bps.

Investor akan fokus pada komentar dari Gubernur The Fed Jerome Powell setelah keputusan suku bunga bank sentral AS pada Rabu (26/7) untuk petunjuk apakah kemungkinan akan melanjutkan kenaikan suku bunga.

"Powell kemungkinan besar akan mempertahankan opsionalitas. Tidak ada alasan bagi mereka untuk berkomitmen hingga September ketika Anda memiliki dua laporan inflasi yang akan terjadi setelah pertemuan minggu depan," kata analis pasar senior di OANDA Edward Moya di New York.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 6 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 6 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 6 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 7 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 7 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 7 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia