Laba Mitratel (MTEL) Lompat 14,6%, Manajemen Ungkap Faktor Penopangnya
Jumlah Menara
Mitratel tercatat memiliki 36.719 menara atau meningkat 27,6% secara YoY hingga semester I-2023 dan menjadikannya sebagai perusahaan dengan menara terbanyak di Indonesia. Seiring dengan peningkatan kepemilikan menara, jumlah tenant perusahaan pun meningkat 24,6% menjadi 54.718 tenant.
Mitratel telah membangun 304 menara baru dan mengakuisisi 997 menara sepanjang 2023. Lokasi menara telekomunikasi Mitratel sebanyak 15.354 di Jawa dan 21.365 menara berada di luar Jawa atau sekitar 58% dari total menara. Menariknya, penambahan tenant di luar Jawa tercatat lebih tinggi sebesar 26%, dibandingkan di Pulau Jawa sebesar 22%.
Meski aktif melakukan akuisisi dan penambahan aset, MTEL juga mampu meningkatkan efisiensi yang tercermin dari beban yang stabil. Beban Pokok Pendapatan hanya tumbuh 8% menjadi Rp 2,08 triliun dan beban usaha tumbuh 11% yoy menjadi Rp264 miliar.
Kombinasi dari pertumbuhan pendapatan dan peningkatan efisiensi mendorong EBITDA Mitratel pada Semester I-2023 mencapai Rp 3,35 triliun, meningkat 16,1% secara yoy. Rasio EBITDA Margin membaik menjadi 81,2% dibandingkan setahun sebelumnya 77,5%.
Bukan hanya EBITDA Margin, rasio rentabilitas Mitratel lainnya juga meningkat, yakni Return on Asset (ROA) 3,6% dari sebelumnya 3,2% dan Return on Equity mencapai 6,2% dari sebelumnya 5,3%.
Hingga akhir Juni 2023, Mitratel telah membukukan kenaikan aset sebesar 1,3%% menjadi Rp 56,79 triliun dan total ekuitas Rp33,06 triliun. Debt to equity ratio(DER) tercatat 0,47x yang mencerminkan rasio utang yang sehat.
Editor: Investor.id
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler





