Jumat, 15 Mei 2026

Cek Rekomendasi Tiga Saham Prajogo Pangestu yang Lagi Ajojing

Penulis : Zsazya Senorita
15 Aug 2023 | 06:00 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi kegiatan produksi PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN). (Foto: Perseroan)
Ilustrasi kegiatan produksi PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN). (Foto: Perseroan)

JAKARTA, investor.id – Dalam beberapa waktu terakhir, harga tiga saham yang dimiliki pengusaha Prajogo Pangestu memanas. Bahkan, saham PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) naik hingga 1.018% ke level Rp 2.490, sejak listing di Bursa Efek Indonesia (BEI) 8 Maret 2023.

Sementara itu, saham PT Barito Pacific Tbk (BRPT) menguat 18,18% ke level Rp 910 dalam sebulan, sedangkan saham PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) naik 6,37% ke level Rp 2.170.

Prajogo Pangestu, salah satu orang terkaya di Indonesia, adalah pemegang saham mayoritas BPRT dengan kepemilikan 71,16% dan sisanya dikuasai investor publik. Prajogo melalui BRPT juga memegang 34,65% saham TPIA dan memegang langsung 7,78%. Adapun kepemilikan saham Parjogo di CUAN mencapai 85,06%.

ADVERTISEMENT

Pengamat pasar modal Wahyu Tri Laksono memperkirakan, penguatan harga saham CUAN berkaitan dengan rencana masuknya saham tersebut ke small cap indexes list Morgan Stanley Capital International (MSCI) pada 1 September 2023.

“CUAN adalah satu satu emiten IPO tahun ini yang tidak nge-prank investor ritel, karena masih terus naik. Perusahaan tambang batu bara ini justru terbang saat harga baru baru terkoreksi dalam setahun terakhir,” ujar Wahyu kepada Investor Daily, Senin (14/8/2023).

Meski saham CUAN belum memiliki sejarah panjang dan masih banyak wilayah yang belum dipetakan (uncharted territory), Wahyu memprediksi harganya masih bisa melanjutkan penguatan hingga September 2023. Adapun target harga CUAN berkisar Rp 2.500-3.000. Namun, pemodal diimbau waspada terhadap koreksi ke level Rp 2.000, Rp 1.800, sampai Rp 1.500.

Dalam jangka panjang dia menilai emiten batu bara masih sangat strategis dan potensial. Walau batu bara menjadi beban bagi paradigma green environment hingga  muncul bursa emisi karbon, perang Rusia-Ukraina membuktikan, komoditas ini tak tergantikan. Bahkan, Eropa terpaksa kembali menggunakan emas hitam itu.

“Adapun CUAN jadi pilihan penting, walaupun mungkin agak terlambat, karena rentan koreksi. Namun, fundamentalnya kuat untuk jangka panjang,” tutur Wahyu.

Rekomendasi Saham 

Dia menilai, kenaikan saham TPIA masih wajar, didukung kenaikan harga minyak mentah (crude) global di atas US$ 80 per barel.  Harapan kenaikan permintaan minyak domestik saat ini didukung fundamental ekonomi yang kuat, dengan pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) terbaru di level 5,17%. Harga saham TPIA saat ini di kisaran Rp 2.000-2.100 pun dinilai menarik untuk jangka menengah.

“Jika harga di bawah Rp 2.000, sangat potensial untuk buy on weakness saham TPIA, dengan target Rp 2.200-2.250. Adapun untuk medium term atau tahun depan bisa Rp 2.500-2.600,” ujar Wahyu.

Namun dia mengingatkan, tekanan koreksi bisa mengancam terkait overbought dan aksi profit taking jangka pendek. Pelaku pasar disarankan bersiap menjual pada level Rp 2.300-2.400.

“Emiten TPIA rekomendasi terakhir dari ketiga tersebut, tetapi secara jangka panjang jelas potensial dan menarik karena terkait energi, petrokimia dan industri  lainnya seperti otomotif, mesin, elektronika, konstruksi dan aplikasi rumah tangga.  Selama ekonomi kita mantap, peluangnya kuat,” papar dia.

Di antara ketiga saham Prajogo Pangestu, Wahyu menganalisis, BRPT yang paling direkomendasikan. Pasalnya, emiten ini bergerak dalam bisnis kehutanan, perkebunan, pertambangan, industri, properti, perdagangan, energi terbarukan dan transportasi. Dengan demikian, perseroan dianggap sangat strategis dan potensial, khususnya bisnis sektor energi terbarukan.

“Barito adalah perusahaan panas bumi terbesar di Indonesia, ketiga di dunia, dan leader. Jelas kita wajib jadi followers alias investor,” menurut dia.

Dia merekomendasikan buy BRPT di level Rp 800-700 atau buy on weakness saat harga mendekati Rp 500 untuk target harga Rp 1.000-1.500. “Memang, tekanan koreksi bisa mengancam karena terkait overbought dan aksi profit taking jangka pendek. Siap-siap jual di atas Rp 1.000,” saran dia.

Sementara itu, Valdy Kurniawan, analis Phintraco Sekuritas menilai, lompatan harga saham BRPT bukan dari bursa karbon. Tetapi, pasar merespons positif kenaikan signifikan laba bersih BRPT per Juni 2023.

“Bursa karbon belum terbentuk di Indonesia, meski sampai saat ini pembahasan mengenai bursa karbon ini cukup intens dilakukan,” kata dia.

Per Juni 2023, Barito Pacific sukses membukukan laba bersih sebesar US$ 30,37 juta, naik tajam 243,4% dari periode sama tahun lalu. Namun, pendapatan perseroan turun 15,05% menjadi US$ 1,37 miliar.

Editor: Harso Kurniawan

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 5 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 5 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 5 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 6 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 6 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 6 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia