Jumat, 15 Mei 2026

Saham Kembali Disuspen, Emiten Prajogo Pangestu (CUAN) Beberkan Fakta

Penulis : Parluhutan Situmorang
18 Aug 2023 | 17:44 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi kegiatan produksi PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN). (Perseroan)
Ilustrasi kegiatan produksi PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN). (Perseroan)

JAKARTA, investor.id – Harga saham PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) telah melesat lebih dari 1.000% atau 10 kali lipat terhitung sejak listing perdana di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Maret lalu hingga hari ini.

Menyusul lonjakan harga tersebut, BEI menghentikan sementara (suspend) perdagangan saham CUAN untuk kedua kalinya pada pekan ini. Penghentian sementara perdagangan saham emiten Prajogo Pangestu itu bertujuan untuk memberikan waktu memadai bagi pemodal untuk memutuskan investasi di saham ini.

Berdasarkan keterbukaan, Petrindo ternyata memiiki 20,83 juta ton cadangan batu bara terbukti hingga kini. Cadangan tersebut datang dari kedua anak usahanya, PT Tamtama Perkasa sebanyak 6,93 juta ton dan PT Bara International sebanyak 13,90 juta ton.

ADVERTISEMENT

Tamtama Perkasa menguasai lahan pertambangan seluas 9,450 hektare di Kalimantan Tengah. Tambang ini statusnya telah beroperasi. Sedangkan Bara International seluas 14,990 ha di Kalteng sedang memasuki tahap pengembangan.

Manajemen Petrindo menyebutkan bahwa Tamtama menghasilkan produk batu bara uap (thermal coal) dengan nilai kalori tinggi 6.100-6.500 kkal/kg GAR, tingkat sulfur kurang dari 0,5%, dan kandungan abu tidak lebih dari 7%. Sedangkan  Bara International  menghasilkan thermal coal dengan nilai kualitas 6.200-6.800 kkcal/kg GAR, tingkat sulfur 0,5% dengan kandungan abu berkisar 6-10%.

Menurut emiten berkode saham CUAN tersebut, sekitar 70% produksi batu bara perseroan diekspor ke Jepang, Filipina, Taiwan, dan Italia.

Dirikan Anak Usaha

Terkait rencana  jangka panjang, manajemen CUAN menyebutkan bahwa Petrindo akan memperkuat bisnis usaha di bidang penambangan mineral, jasa usaha pertambangan, dan bisnis hutan tanaman industri.

Guna mewujudkan langkah tersebut, perseroan telah mendirikan tiga anak usaha PT Prima Mineral Investindo, PT Green Natural Investama, dan PT Kreasi Jasa Persada. Kepemilikan saham pada masing-masing entitas anak tersebut sebanyak 4.999 saham atau sebesar 99,98% dengan nilai nominal sebesar Rp 4.99 miliar.

“Prima Mineral Investindo sebagai holding anak usaha perseroan untuk perusahaan yang bergerak di bidang penambangan mineral, perseroan melihat bahwa banyak mineral lain yang merupakan peluang usaha baru yang dapat dijadikan sebagai diversifikasi dari usaha penambangan batu bara yang telah dimiliki oleh anak usaha perseroan,” tulis manajemen dalam keterbukaan informasi.

Sedangkan Kreasi Jasa yang bergerak di bidang jasa usaha pertambangan nantinya akan diintegrasi jasa pertambangan di wilayah sekitar IUP milik perseroan.Perseroan melalui Green Natural Investama yang bergerak di bidang hutan tanaman industri nantinya dimanfaatkan untuk mengimbangi emisi karbon yang dihasilkan oleh anak usaha perseroan lainnya sebagai kompensasi atas batu bara yang telah ditambang.

Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali melakukan penghentian sementara (suspensi) perdagangan saham CUAN, emiten yang dikendalikan oleh Prajogo Pangestu. Suspendi dilakukan di pasar reguler dan pasar tunai mulai sesi I perdagangan tanggal 18 Agustus 2023 sampai dengan pengumuman BEI lebih lanjut.

“Sehubungan dengan terjadinya peningkatan harga kumulatif yang signifikan pada saham PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN), BEI memandang perlu untuk melakukan penghentian sementara perdagangan saham PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN),” jelas pengumuman BEI tertanggal 16 Agustus.

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 2 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 2 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 2 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 3 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 3 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 4 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia