Pasar Kripto Naik Jelang Pertemuan Tahunan The Fed
JAKARTA, investor.id – Pasar kripto naik dalam 24 jam terakhir. Bitcoin, Ethereum dan Binance kompak menguat. Bahkan, Bitcoin kembali menguat ke level US$ 26 ribu.
Berdasarkan data dari Coinmarketcap, Kamis pagi (23/8/2023) pukul 06.40 WIB, kapitalisasi pasar kripto global menguat 2,53% menjadi US$ 1,07 triliun dalam 24 jam. Kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar, Bitcoin (BTC) terkerek 1,94% dalam 24 jam terakhir. Saat ini, harga Bitcoin di level US$ 26.463,92 per koin atau setara Rp 404,92 juta (Kurs, Rp 15.301).
Hal senada dialami Ethereum (ETH) yang naik 2,85% dalam 24 jam. Sehingga ETH dibanderol dengan harga US$ 1.678,61 per koin. Penguatan juga terjadi Binance (BNB) yang melesat 2,57% dalam sehari terakhir. Dengan begitu, saat ini BNB berada di level US$ 216,22 per koin
Dikutip dari CNBC internasional, pasar kripto naik karena investor terus bergulat dengan kelesuan pasar pada musim panas dan menantikan pertemuan tahunan The Fed di Jackson Hole, Wyoming, pada Jumat (25/8/2023).
Pergerakan pasar kripto lebih tinggi bertepatan dengan kenaikan rata-rata saham utama di Wall Street. Aset kripto melonjak lebih tajam sekitar tengah hari waktu Timur, meskipun tidak jelas apa sebenarnya yang menyebabkan pergerakan tajam tersebut.
“Anda mungkin akan melihat beberapa pergerakan naik dan turun yang liar saat bitcoin mencoba kembali ke US$ 30,000,” kata Callie Cox, analis di perusahaan investasi eToro.
Cox menambahkan, Harga Bitcoin saat ini lebih tangguh dengan harapan akan suku bunga yang lebih rendah, dan beberapa jam perdagangan yang stabil sudah cukup untuk menarik pembeli kembali.
Pasar juga telah khawatir dalam beberapa minggu terakhir bahwa Ketua Fed Jerome Powell akan menyampaikan pidato yang lebih hawkish mengenai kenaikan suku bunga minggu ini pada pertemuan bank sentral di Jackson Hole.
Pasar kripto telah menderita sejak musim semi karena likuiditas yang rendah dan volume perdagangan yang tipis, yang memperburuk pergerakan naik dan turun. Hal ini terutama terjadi selama bulan Agustus yang biasanya sepi.
“Korelasi antara indeks ekuitas dan Bitcoin telah menurun mendekati nol pada tahun 2023. Harga Bitcoin tampaknya memantul setelah aksi jual tajam minggu lalu yang diperburuk oleh likuidasi posisi leverage senilai lebih dari US$ 2,7 miliar,” kata Sam Callahan, analis utama di Swan Bitcoin.
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now





