Jumat, 15 Mei 2026

Meski Laba Turun, Target Saham Adaro (ADRO) masih Menggiurkan

Penulis : Parluhutan Situmorang
24 Aug 2023 | 09:26 WIB
BAGIKAN
Kantor PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO). (Foto: Adaro)
Kantor PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO). (Foto: Adaro)

JAKARTA, Investor.id – Realisasi kinerja keuangan PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO) sepanjang semester I-2023 dinilai telah melampaui proyeksi Mandiri Sekuritas dan konsensus analis.

Adaro Energy membukukan laba inti senilai US$ 1,02 miliar pada semester I-2023 atau turun 29% dari periode sama tahun lalu US$ 1,44 miliar. Pendapatan perseroan juga turun tipis dari US$ 3,54 miliar menjadi US$ 3,47 miliar.

“Raihan laba bersih tersebut setara dengan 67% dari target tahun ini berdasarkan perkiraan Mandiri Sekuritas dan mencapai 63% dari konsensus analis,” sebut Mandiri Sekuritas dalam ulasannya.

ADVERTISEMENT

Terkait volume peningkatan volume penjualan batu bara Adaro sebanyak 19% menjadi 32,62 juta ton dan kenaikan produksi menjadi 33,41 juta, Mandiri Sekuritas juga memberikan penilaian positif atau sudah sesuai harapan.

“Realisasi volume produksi tersebut sudah sesuai estimasi atau merefleksikan 52% dari target tahun ini yang berkisar 62-64 juta ton. Sedangkan biaya penambangan dan royalti masih moderat,” jelas Mandiri Sekuritas.

Perusahaan efek ternama itu juga memberikan pandangan positif terhadap volume produksi batu bara Kestrel mencapai 1,3 juta ton, meskipun mengalami penurunan. Begitu juga dengan porsi penjualan batu bara Adaro di pasar domestik yang sebesar 25% pada semester I-2023. 

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 5 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 6 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 6 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 6 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 7 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 7 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia