United Tractors (UNTR) Pasang Target Konservatif Penjualan Komatsu, Ini Pemicunya
Berkaca pada data historis penjualan alat berat Komatsu, anak usaha dari Grup Astra ini pernah mencetak rekor tertinggi penjualan alat berat Komatsu pada 2011 silam sebanyak 8.500 unit. Disusul, rekor tertinggi kedua terjadi pada 2012 dengan menjual sebanyak 6.200 unit dan rekor tertinggi ketiga terjadi pada 2022 sebanyak 5.700-5.900 unit.
Namun, memasuki tahun 2020, Ari menyebut, penjualan alat berat Komatsu mengalami penurunan seiring terjadinya pandemia dengan hanya menjual sebanyak 1.564 unit, atau terendah dalam satu dekade terakhir.
Untuk penjualan produk alat berat lainnya seperti UD Truck, Ari melaporkan, sampai Juli 2023 penjualan UD Truck mengalami penurunan dari 295 unit menjadi 195 unit, akibat kendala pasokan prinsipal.
Sebaliknya, penjualan produk Scania justru melesat signifikan dari 123 unit pada tahun lalu menjadi 526 unit pada tahun ini. Kemudian, dari lini bisnis suku cadang dan services juga tengah berada pada tren positif seperti di 2021 dan 2022. Realisasi penjualan sampai Juli 2023, penjualan suku cadang dan services tumbuh sebesar 24% menjadi Rp 6 triliun.
“Sebenarnya, di awal diprediksi tumbuh 10-20% untuk pejualan suku cadang dan services karena beberapa tahun terakhir sudah mencatat pertumbuhan yang tinggi,” pungkas Ari.
Editor: Theresa Sandra Desfika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler






