Sabtu, 4 April 2026

Merger dengan Garuda Indonesia (GIAA) Group, Pelita Air Buka Suara

Penulis : Zsazya Senorita
1 Sep 2023 | 22:30 WIB
BAGIKAN
Pelita Air. (Foto: Dok. Pertamina)
Pelita Air. (Foto: Dok. Pertamina)

JAKARTA, investor.id – Pelita Air menyampaikan pernyataan terkait kabar rencana merger dengan maskapai penerbangan yang merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) lainnya, yakni PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) dan anak usahanya, Citilink. Skema merger telah dibeberkan Menteri BUMN Erick Thohir.

“Pelita Air selalu mendukung program pemerintah, termasuk mengenai integrasi maskapai BUMN dengan harapan penguatan industri aviasi nasional, menyediakan harga tiket yang terjangkau, dan terus mendukung konektivitas udara nasional,” kata Sekretaris Perusahaan Pelita Air Service Agdya Yogandari, yang dikutip Investor Daily, Jumat (1/9/2023).

Sebelumnya, usai Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi VI DPR RI kemarin, Erick Thohir menyebutkan bahwa rencana merger maskapai pelat merah tersebut diharapkan rampung tahun ini atau awal tahun depan. Namun, pemangku kepentingan terkait, masih harus melihat pembukuan masing-masing perusahaan sebelum melakukan penggabungan maskapai ini.

Advertisement

“Nanti Garuda tetap di premium, lalu Citilink dan Pelita merger. Tetapi kami lihat dulu pembukuannya seperti apa,” ujar Erick, yang juga Ketua Umum PSSI.

Erick menampik bila rancangan merger menjadi solusi dari kesulitan penyewaan (leasing) armada. Dia menambahkan, jumlah pesawat di Indonesia masih kurang dari 10% jumlah pesawat di Amerika yang sekitar 7.200 unit. Indonesia hanya memiliki sekitar 550 armada.

Bila Pelita Air melebur menjadi satu bersama Citilink di bawah induk usaha Garuda Indonesia Group, jumlah ‘burung besi’ yang dioperasikan BUMN terhitung baru mencapai 140 unit. Ia kemudian menjelaskan sejarah keberadaan Pelita Air, yang awalnya berfungsi sebagai ‘pemain cadangan’ bila Garuda Indonesia pailit.

“Dahulu, Garuda (ada) 170 (pesawat), jadi masih kurang. Ya kita harus sinergilah. Nggak mungkin punya dua maskapai penerbangan di bawah BUMN. Buat apa?” tutur Erick. 

Editor: Jauhari Mahardhika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Macroeconomy 27 menit yang lalu

Komitmen Investasi Rp574 Triliun dari Jepang dan Korsel

Dalam situasi geopolitik yang tidak menentu, Indonesia masih menjadi daya tarik bagi para investor dari Jepang maupun Korsel.
Finance 51 menit yang lalu

Bank Mantap Dukung Taspen Tingkatkan Kualitas Hunian Masyarakat

PT Bank Mandiri Taspen (Bank Mantap) mendukung langkah PT Taspen (Persero) dalam meningkatkan kualitas hunian masyarakat.
Business 1 jam yang lalu

PLN Icon Plus Cegah Stunting melalui Kolaborasi Posyandu di Srondol Wetan

PLN Icon Plus SBU Regional Jawa Bagian Tengah melaksanakan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) cegah stunting.
Lifestyle 1 jam yang lalu

Vaksinasi Wajib yang Harus Dilengkapi Calon Jamaah Haji

Berdasarkan regulasi terbaru penyelenggaraan haji 2026 dari Kementerian Kesehatan, terdapat vaksin yang wajib dipenuhi oleh calon jamaah haji sebelum berangkat ke Tanah Suci.
Market 2 jam yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Sabtu 4 April 2026, Cek Rinciannya

Berikut adalah daftar harga emas perhiasan dalam berbagai kadar karat pada Sabtu, 4 April 2026
Market 3 jam yang lalu

BERITA POPULER: BBCA Diborong Asing hingga Harga Emas Antam (ANTM) Runtuh

Berita populer dalam 24 jam terakhir, mulai dari BBCA diborong asing hingga harga emas Antam (ANTM) runtuh

Tag Terpopuler


Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia