Jumat, 15 Mei 2026

Pencabutan IUP Batal, Petrindo Punya Prajogo (CUAN) Mantap Garap Batu Bara Metalurgi & Emas

Penulis : Thresa Sandra Desfika
5 Sep 2023 | 07:16 WIB
BAGIKAN
Aktivitas pertambangan PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN). (Foto: CUAN)
Aktivitas pertambangan PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN). (Foto: CUAN)

JAKARTA, investor.id - Emiten Prajogo Pangestu, PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) mantap mengumumkan bahwa perseroan melakukan diversifikasi usaha ke sektor penambangan batu bara metalurgi dan mineral emas.

Melihat Indonesia sebagai salah satu negara yang memiliki potensi sumber daya batu bara metalurgi dan emas yang besar, perseroan telah melakukan adaptasi bisnis dan mencoba menangkap peluang usaha tersebut melalui dua anak usahanya, yaitu PT Daya Bumindo Karunia (DBK) dan PT Intam (INTAM).

Dijelaskan dalam keterangan resmi perseroan, menyusul dicabutnya 2.078 izin usaha pertambangan (IUP) oleh pemerintah melalui Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Pasar Modal (BKPM) di awal tahun 2022, perseroan menyambut baik keputusan pemerintah untuk melakukan pembatalan atas pencabutan beberapa IUP, termasuk IUP milik dua anak usaha perseroan, yaitu DBK dan INTAM.

ADVERTISEMENT

Setelah melakukan penelaahan, audiensi, penyampaian laporan serta pemenuhan seluruh kelengkapan administratif yang disyaratkan, maka BKPM membatalkan pencabutan IUP DBK dan INTAM, sehingga kedua anak usaha perseroan tersebut dapat kembali melanjutkan seluruh kegiatan operasional penambangan dan produksi di wilayah kerja miliknya.

Saat ini, DBK dan INTAM tengah menyelesaikan proses administrasi tahap akhir yang dibutuhkan oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral untuk pembatalan pencabutan IUP tersebut.

Dijelaskan perseroan, meski telah dipetakan memiliki sumber daya batu bara metalurgi yang potensial, kenyataannya Indonesia masih mengandalkan impor untuk memenuhi kebutuhan industri atas batu bara jenis ini.

Oleh karenanya, penambangan batu bara metalurgi oleh DBK yang berlokasi di Kabupaten Murung Raya, Kalimantan Tengah ini diharapkan mampu memberikan nilai tambah tersendiri di sektor pertambangan dengan berperan menekan angka impor dan memperkuat kemandirian industri nasional.

Direktur Utama PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk, Michael mengatakan, pihaknya optimistis perluasan cakupan usaha ini akan mendorong pertumbuhan bisnis yang positif.

“Hal ini juga sejalan dengan strategi bisnis kami yang berfokus memperkuat posisi daya saing perseroan tidak hanya di sektor energi, tetapi juga di sektor industri, yaitu melalui penambangan batu bara metalurgi yang mampu menghasilkan kokas sebagai bahan baku utama dalam industri baja. Selain itu, lini bisnis baru ini juga akan berkontribusi memenuhi kebutuhan dalam negeri atas batu bara metalurgi serta mendukung subtitusi impor,” papar Michael dalam keterangan resmi dikutip Selasa (5/9/2023).

Lokasi wilayah pertambangan milik DBK dengan luas 14.800 hektare ini bersebelahan langsung dengan konsesi batu bara milik anak usaha perseroan lainnya, yaitu PT Bara International (BI), sehingga kedua anak usaha tersebut dapat memanfaatkan infrastruktur dan akses jalan yang sama untuk mengoptimalkan efisiensi operasional.

Emas

Editor: Theresa Sandra Desfika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 2 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 2 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 2 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 3 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 3 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 3 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia