Jumat, 15 Mei 2026

Saham Emiten Prajogo Pangestu (CUAN) Diburu

Penulis : Thresa Sandra Desfika
5 Sep 2023 | 09:42 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi kegiatan produksi PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN). (Perseroan)
Ilustrasi kegiatan produksi PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN). (Perseroan)

JAKARTA, investor.id - Saham PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) – emiten Prajogo Pangestu –  diburu pelaku pasar. Pasalnya, jumlah pemegang sahamnya melonjak drastis.

Per 31 Agustus 2023, jumlah pemegang saham CUAN jadi 5.701 pemegang saham. Angkanya naik 1.182 dari data per 31 Juli 2023 yang berjumlah 4.519 pemegang saham.

Prajogo Pangestu selaku pengendali Petrindo (CUAN) menggenggam sebanyak 85,064% saham, sedangkan masyarakat nonwarkat 14,935%.

ADVERTISEMENT

Pada perdagangan sesi I, Selasa (5/9/2023), saham CUAN dibuka stagnan di Rp 2.050. Namun kemudian melonjak. Di sekitar pukul 09.35 WIB, saham ini berada di Rp 2.250 atau melambung 9,76%.

Lesatan terjadi setelah PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) mantap mengumumkan bahwa perseroan melakukan diversifikasi usaha ke sektor penambangan batu bara metalurgi dan mineral emas.

Diversifikasi

Sebagai informasi, perseroan telah melakukan adaptasi bisnis dan mencoba menangkap peluang usaha tersebut melalui dua anak usahanya, yaitu PT Daya Bumindo Karunia (DBK) dan PT Intam (INTAM).

Dijelaskan dalam keterangan resmi perseroan, menyusul dicabutnya 2.078 izin usaha pertambangan (IUP) oleh pemerintah melalui Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Pasar Modal (BKPM) di awal tahun 2022, perseroan menyambut baik keputusan pemerintah untuk melakukan pembatalan atas pencabutan beberapa IUP, termasuk IUP milik dua anak usaha perseroan, yaitu DBK dan INTAM.

Setelah melakukan penelaahan, audiensi, penyampaian laporan serta pemenuhan seluruh kelengkapan administratif yang disyaratkan, maka BKPM membatalkan pencabutan IUP DBK dan INTAM, sehingga kedua anak usaha perseroan tersebut dapat kembali melanjutkan seluruh kegiatan operasional penambangan dan produksi di wilayah kerja miliknya.

Saat ini, DBK dan INTAM tengah menyelesaikan proses administrasi tahap akhir yang dibutuhkan oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral untuk pembatalan pencabutan IUP tersebut.

Penambangan batu bara metalurgi oleh DBK berlokasi di Kabupaten Murung Raya, Kalimantan Tengah. Sedangkan, INTAM memiliki wilayah konsesi pertambangan emas seluas 18.500 hektare di Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, bersebelahan dengan dua konsesi emas lainnya di Sumbawa.

Petrindo Jaya Kreasi baru mencatatkan sahamnya dengan kode CUAN di Bursa Efek Indonesia (BEI) per 8 Maret 2023. Perseroan menggelar initial public offering (IPO) di Rp 220.

Editor: Theresa Sandra Desfika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 3 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 3 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 3 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 4 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 4 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 4 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia