Jumat, 15 Mei 2026

Menilik Kembali Rencana Besar Amman Mineral (AMMN)

Penulis : Thresa Sandra Desfika
12 Sep 2023 | 13:05 WIB
BAGIKAN
Fasilitas produksi Grup Amman Mineral (AMMN). (Foto: Perseroan)
Fasilitas produksi Grup Amman Mineral (AMMN). (Foto: Perseroan)

JAKARTA, investor.id - Saham PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) kembali tak terbendung pada perdagangan sesi I, Selasa (12/9/2023), setelah sempat ditutup memerah kemarin.

Di sesi I 12 September, saham AMMN diparkir di Rp 5.750, melambung 4,55%. Dari harga initial public offering (IPO) di Rp 1.695, saham ini sudah terbang 239,23%.

Dari prospektus IPO Amman Mineral Internasional dijelaskan, perseroan adalah perusahaan holding yang melakukan kegiatan eksplorasi, pembangunan, penambangan, pemrosesan, serta di masa mendatang, pengolahan, dan pemurnian di Indonesia melalui perusahaan anak dan entitas asosiasi operasi perseroan.

ADVERTISEMENT

Melalui anak perusahaan perseroan, PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT), perseroan mengoperasikan tambang  tembaga dan emas terbuka yang dikenal sebagai tambang Batu Hijau di Kecamatan Sekongkang, Kabupaten Sumbawa Barat, Nusa Tenggara Barat.

Tambang Batu Hijau memproduksi konsentrat tembaga berkadar tinggi yang sangat bersih serta mengandung emas dan perak sebagai mineral pengikutnya, yang merupakan bahan baku (feedstock) yang sangat diminati oleh smelter di seluruh dunia.

Per tanggal 31 Desember 2022, tambang Batu Hijau secara kumulatif telah memproduksi 9.400 Mlbs tembaga dan 9,5 Moz emas. Menurut laporan Wood Mackenzie “Copper and Gold Markets and Asset Benchmarking Report” yang terbit pada bulan Mei 2022, tambang Batu Hijau yang dioperasikan oleh AMNT adalah produsen tembaga dan emas terbesar kedua di Indonesia setelah tambang Grasberg yang dioperasikan oleh PT Freeport Indonesia, dan memiliki cadangan tembaga terbesar kelima di dunia apabila dikombinasikan dengan Cebakan Elang.

Menilik Kembali Rencana Besar Amman Mineral (AMMN)
Tambang Batu Hijau Grup Amman Mineral (AMMN). (Foto: prospektus perseroan)

Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT) kini tengah melakukan penambangan fase 7 dan pengembangan fase 8 yang diperkirakan dapat memperpanjang usia tambang Batu Hijau hingga 2030. Perseroan juga akan mempersiapkan proyek eksplorasi Elang untuk memulai operasional penambangan di tahun 2031 hingga 2046.

Cebakan Elang terletak sekitar 60 km sebelah timur tambang Batu Hijau dan 12 km ke arah utara dari garis pantai selatan Pulau Sumbawa.

Smelter

Editor: Theresa Sandra Desfika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 5 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 5 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 5 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 6 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 6 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 7 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia