Jumat, 15 Mei 2026

Amman Mineral (AMMN) Buka-bukaan soal Kinerja, Ini Versi Lengkapnya

Penulis : Jauhari Mahardhika / Zsazya Senorita
29 Sep 2023 | 18:47 WIB
BAGIKAN
PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN). (Ilustrasi/Perseroan)
PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN). (Ilustrasi/Perseroan)

AMMN membukukan penjualan bersih sebesar US$ 581 juta pada semester I-2023 atau turun 58% dibandingkan periode yang sama tahun lalu US$ 1,38 miliar. EBITDA turun 61% menjadi US$ 336 juta dari US$ 871 juta.

Adapun pendapatan bersih AMMN turun 78% menjadi US$ 122 juta dari US$ 565 juta. Sedangkan laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk juga turun 78,8% menjadi US$ 118,8 juta dari US$ 562,5 juta.

Pada semester I-2023, operasi pertambangan AMMN berjalan secara efisien dan berada pada jalur yang tepat untuk menyamai angka total metrik ton yang ditambang pada tahun fiskal 2022, meskipun terdapat beberapa tantangan eksternal.

ADVERTISEMENT

Sejak Oktober 2022 hingga April 2023, tambang Batu Hijau mengalami curah hujan yang sangat tinggi dan belum pernah terjadi sebelumnya, sehingga menyebabkan tertundanya penambangan bijih segar dari Fase 7. Akibatnya, penambangan dialihkan sepenuhnya ke pengupasan batuan penutup Fase 8, sehingga akan dapat mempercepat akses menuju bijih segar Fase 8 dari jadwal awal.

Pemrosesan tembaga terus berlangsung dengan kapasitas penuh sepanjang semester I-2023, meskipun terjadi penundaan dalam penambangan bijih Fase 7 dan pengapalan produk. AMMN berhasil memproduksi 134 juta pon tembaga dan 172 kilo ons emas pada H1/2023, yang mencerminkan ketahanan operasional bisnis perseroan.

Pada semester I-2023, penjualan tembaga AMMN mencapai 76 juta pon dengan harga jual rata-rata US$ 4,48 per pon dan penjualan emas sebesar 119 kilo ons dengan harga jual rata-rata US$ 2.004 per ons.

Menurut manajemen AMMN, terjadi penundaan penjualan tembaga dan emas selama empat bulan pada periode tersebut, karena berakhirnya izin ekspor AMNT pada Maret 2023. Konsentrat tersebut disimpan di gudang penyimpanan hingga izin ekspor baru diberikan pada Juli 2023.

Tak lama setelah menerima izin tersebut, perseroan berhasil menjual persediaan empat bulan dalam waktu enam minggu. Antara semester I-2022 dan semester I-2023, harga jual rata-rata tembaga meningkat dari US$ 4,23 per pon menjadi US$ 4,48 per pon (bersih). Sedangkan untuk emas meningkat dari US$ 1.852 per ons menjadi US$ 2.004 per ons (bersih).

Sementara itu, AMMN melaporkan EBITDA sebesar US$ 336 juta pada semester I-2023, turun 61% dari US$ 871 juta pada semester I-2022. Hal itu terutama disebabkan oleh penurunan pendapatan, karena tertundanya pemberian izin ekspor serta peningkatan biaya pemrosesan bijih stockpiles dengan kadar lebih rendah.

Margin EBITDA turun menjadi 58% dari 63% pada periode yang sama tahun lalu. Hasil tersebut sesuai dengan perkiraan sebelumnya yang juga sudah dikomunikasikan pada waktu proses IPO.

Selanjutnya, pendapatan bersih AMMN pada semester I-2023 juga dipengaruhi oleh penundaan ekspor konsentrat, turun 78% menjadi US$ 122 juta dibandingkan US$ 565 juta pada semester I-2022. Margin laba bersih sebesar 21% dibandingkan 41% pada periode yang sama tahun lalu.

AMMN mempertahankan posisi yang kuat di dunia dalam hal C1 cash cost. Pada semester I-2023, C1 cash cost perseroan negatif US$ 1,31 per pon dibandingkan dengan negatif US$ 0,25 per pon pada semester I-2022. Itu karena perseroan menambang 37% lebih banyak batuan penutup Fase 8 dan biaya pengupasan batuan penutup yang ditangguhkan tersebut dikapitalisasi.

Editor: Jauhari Mahardhika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 5 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 5 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 5 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 6 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 6 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 7 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia