Jumat, 15 Mei 2026

Petinggi Petrindo (CUAN) Beli Saham Perusahaan di Rp 2.790, Seperti Apa Prospeknya?

Penulis : Thresa Sandra Desfika
17 Okt 2023 | 08:09 WIB
BAGIKAN
PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk. (Ilustrasi/Annual Report Perseroan)
PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk. (Ilustrasi/Annual Report Perseroan)

JAKARTA, investor.id - Direktur Utama PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN), Michael membeli sebanyak 35.000 saham perseroan di harga Rp 2.790 per saham.

Michael menyebutkan bahwa transaksi yang dilakukan oleh dirinya itu terjadi pada 13 Oktober 2023. Adapun nilai transaksi keseluruhan Rp 97,65 juta.

“Tujuan dari transaksi investasi. Status kepemilikan saham langsung,” papar Michael dalam keterbukaan informasi dikutip Selasa (17/10/2023).

Sebelumnya, Michael tak memiliki satu pun saham Petrindo Jaya Kreasi (CUAN). Setelah transaksi menjadi 35.000 saham atau 0,00031%.

ADVERTISEMENT

Pada perdagangan 16 Oktober, saham CUAN jatuh 13,62% ke Rp 2.410. Saham Petrindo sendiri sempat menyentuh level tertingginya di Rp 3,460 pada 18 September 2023. Saham ini pertama kali tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 8 Maret tahun ini. Harga penawaran umum perdana (IPO) kala itu dipatok hanya Rp 220 per saham.

Sebelumnya diberitakan, perusahaan batu bara milik Prajogo Pangestu, PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) tengah memperluas portofolio pertambangannya. Setelah menandatangani perjanjian jual beli bersyarat terkait akuisisi 100% saham PT Multi Tambangjaya Utama (MUTU), Petrindo akan merampungkan akuisisi dan izin 3 aset lainnya terkait batu bara metalurgi, pasir silika, dan emas.

Petrindo bakal mengonsolidasikan PT Daya Bumindo Karunia (DBK), perusahaan yang memiliki cadangan dan sumber daya batu bara metalurgi (kalori tinggi) masing-masing sebanyak 99,5 juta ton dan 226,1 juta ton – berdasarkan review JORC tahun 2011.

“Petrindo (CUAN) melihat peluang pertumbuhan pada bisnis batu bara metalurgi. Selama ini, Indonesia harus mengimpor batu bara tersebut untuk keperluan produksi besi dan baja,” tulis analis Mirae Asset Sekuritas, Rizkia Darmawan dan Robertus Yanuar Hardy dalam risetnya.

Batu bara metalurgi memiliki harga jual yang lebih tinggi, yakni mencapai US$ 352 per ton dan US$ 362 per ton dari harga acuan di China dan Australia pada tahun lalu. Harga tersebut juga lebih tinggi dibandingkan harga batu bara termal Newcastle dan ICI4 saat ini sebesar US$ 142 per ton dan US$ 61 per ton.

Tambang Emas

Editor: Theresa Sandra Desfika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 4 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 4 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 5 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 5 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 6 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 6 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia