Jumat, 15 Mei 2026

Petinggi Petrindo (CUAN) Beli Saham Perusahaan di Rp 2.790, Seperti Apa Prospeknya?

Penulis : Thresa Sandra Desfika
17 Okt 2023 | 08:09 WIB
BAGIKAN
PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk. (Ilustrasi/Annual Report Perseroan)
PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk. (Ilustrasi/Annual Report Perseroan)

Untuk bisnis pasir silika, emiten berkode saham CUAN tersebut akan mengambil alih PT Silika Salut Jaya (SSJ). SSJ sedang dalam tahap akhir mendapatkan izin penambangan pasir silika (kuarsa) dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Review JORC akan menyusul setelahnya.

SSJ menguasai area konsesi seluas 461,49 hektare (ha) di Kutai, Kalimantan Timur. “Perusahaan mengklaim pasir silikanya berkualitas tinggi, sehingga cocok untuk produksi panel surya,” sebut Rizkia dan Robertus.

Kemudian, di bisnis tambang emas, PT Intam – perusahaan yang diakuisisi CUAN – telah kembali mendapatkan izin pengelolaan konsesi pertambangan emas seluas 18.500 ha di Sumbawa. Review JORC akan dilaksanakan paling cepat pada tahun depan. Letaknya berdekatan dengan tambang Batu Hijau AMMN dan Sumbawa Jutaraya milik UNTR.

Sebagai pembanding, luas konsesi Batu Hijau AMMN adalah 25.000 ha. Cadangan terbukti pada akhir 2022 sebanyak 8,1 juta ons emas dan 6,61 miliar pon tembaga. Volume produksi pada semester I-2023 sebanyak 172.000 ons emas dan 134 juta pon tembaga.

ADVERTISEMENT

Sedangkan area konsesi Sumbawa Jutaraya milik UNTR mencakup 8.967 ha, yang ditargetkan mencapai volume produksi tahunan sebanyak 40.000-60.000 ons setara emas mulai 2024.

Sementara itu, terkait akuisisi PT Multi Tambangjaya Utama (MUTU) dari PT Indika Energy Tbk (INDY), CUAN menjajaki beberapa opsi pendanaan eksternal, termasuk menggunakan leverage keuangan karena saat ini perseroan tidak memiliki tunggakan pinjaman bank. Nilai akuisisi MUTU mencapai US$ 218 juta atau Rp 3,4 triliun.

MUTU adalah perusahaan pertambangan batu bara termal dan batu bara metalurgi bituminous yang berlokasi di Kalimantan Tengah. Perusahaan itu memiliki PKP2B (perjanjian kontrak karya pertambangan batu bara) generasi ke-3 dengan area konsesi seluas 24.970 ha.

Sejak memulai produksi pada tahun 2016, MUTU telah menunjukkan pertumbuhan yang luar biasa dan mencapai rekor laba pada tahun 2022.

Editor: Theresa Sandra Desfika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 4 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 4 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 5 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 5 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 6 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 6 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia