Petinggi Petrindo (CUAN) Beli Saham Perusahaan di Rp 2.790, Seperti Apa Prospeknya?
JAKARTA, investor.id - Direktur Utama PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN), Michael membeli sebanyak 35.000 saham perseroan di harga Rp 2.790 per saham.
Michael menyebutkan bahwa transaksi yang dilakukan oleh dirinya itu terjadi pada 13 Oktober 2023. Adapun nilai transaksi keseluruhan Rp 97,65 juta.
“Tujuan dari transaksi investasi. Status kepemilikan saham langsung,” papar Michael dalam keterbukaan informasi dikutip Selasa (17/10/2023).
Sebelumnya, Michael tak memiliki satu pun saham Petrindo Jaya Kreasi (CUAN). Setelah transaksi menjadi 35.000 saham atau 0,00031%.
Pada perdagangan 16 Oktober, saham CUAN jatuh 13,62% ke Rp 2.410. Saham Petrindo sendiri sempat menyentuh level tertingginya di Rp 3,460 pada 18 September 2023. Saham ini pertama kali tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 8 Maret tahun ini. Harga penawaran umum perdana (IPO) kala itu dipatok hanya Rp 220 per saham.
Sebelumnya diberitakan, perusahaan batu bara milik Prajogo Pangestu, PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) tengah memperluas portofolio pertambangannya. Setelah menandatangani perjanjian jual beli bersyarat terkait akuisisi 100% saham PT Multi Tambangjaya Utama (MUTU), Petrindo akan merampungkan akuisisi dan izin 3 aset lainnya terkait batu bara metalurgi, pasir silika, dan emas.
Petrindo bakal mengonsolidasikan PT Daya Bumindo Karunia (DBK), perusahaan yang memiliki cadangan dan sumber daya batu bara metalurgi (kalori tinggi) masing-masing sebanyak 99,5 juta ton dan 226,1 juta ton – berdasarkan review JORC tahun 2011.
“Petrindo (CUAN) melihat peluang pertumbuhan pada bisnis batu bara metalurgi. Selama ini, Indonesia harus mengimpor batu bara tersebut untuk keperluan produksi besi dan baja,” tulis analis Mirae Asset Sekuritas, Rizkia Darmawan dan Robertus Yanuar Hardy dalam risetnya.
Batu bara metalurgi memiliki harga jual yang lebih tinggi, yakni mencapai US$ 352 per ton dan US$ 362 per ton dari harga acuan di China dan Australia pada tahun lalu. Harga tersebut juga lebih tinggi dibandingkan harga batu bara termal Newcastle dan ICI4 saat ini sebesar US$ 142 per ton dan US$ 61 per ton.
Tambang Emas
Untuk bisnis pasir silika, emiten berkode saham CUAN tersebut akan mengambil alih PT Silika Salut Jaya (SSJ). SSJ sedang dalam tahap akhir mendapatkan izin penambangan pasir silika (kuarsa) dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Review JORC akan menyusul setelahnya.
SSJ menguasai area konsesi seluas 461,49 hektare (ha) di Kutai, Kalimantan Timur. “Perusahaan mengklaim pasir silikanya berkualitas tinggi, sehingga cocok untuk produksi panel surya,” sebut Rizkia dan Robertus.
Kemudian, di bisnis tambang emas, PT Intam – perusahaan yang diakuisisi CUAN – telah kembali mendapatkan izin pengelolaan konsesi pertambangan emas seluas 18.500 ha di Sumbawa. Review JORC akan dilaksanakan paling cepat pada tahun depan. Letaknya berdekatan dengan tambang Batu Hijau AMMN dan Sumbawa Jutaraya milik UNTR.
Sebagai pembanding, luas konsesi Batu Hijau AMMN adalah 25.000 ha. Cadangan terbukti pada akhir 2022 sebanyak 8,1 juta ons emas dan 6,61 miliar pon tembaga. Volume produksi pada semester I-2023 sebanyak 172.000 ons emas dan 134 juta pon tembaga.
Baca Juga:
Ada Emiten Batu Bara Bagi Dividen, 17 Oktober Penentuan, Sempat Diungkap Rencana Diambil AlihSedangkan area konsesi Sumbawa Jutaraya milik UNTR mencakup 8.967 ha, yang ditargetkan mencapai volume produksi tahunan sebanyak 40.000-60.000 ons setara emas mulai 2024.
Sementara itu, terkait akuisisi PT Multi Tambangjaya Utama (MUTU) dari PT Indika Energy Tbk (INDY), CUAN menjajaki beberapa opsi pendanaan eksternal, termasuk menggunakan leverage keuangan karena saat ini perseroan tidak memiliki tunggakan pinjaman bank. Nilai akuisisi MUTU mencapai US$ 218 juta atau Rp 3,4 triliun.
MUTU adalah perusahaan pertambangan batu bara termal dan batu bara metalurgi bituminous yang berlokasi di Kalimantan Tengah. Perusahaan itu memiliki PKP2B (perjanjian kontrak karya pertambangan batu bara) generasi ke-3 dengan area konsesi seluas 24.970 ha.
Sejak memulai produksi pada tahun 2016, MUTU telah menunjukkan pertumbuhan yang luar biasa dan mencapai rekor laba pada tahun 2022.
Editor: Theresa Sandra Desfika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler





