Jumat, 15 Mei 2026

Pelemahan Rupiah Diperkirakan Berlanjut dalam Jangka Menengah

Penulis : Grace El Dora
18 Okt 2023 | 20:41 WIB
BAGIKAN
Petugas menunjukkan uang dolar Amerika Serikat (AS) dan uang rupiah di salah satu kantor cabang PT. Bank Mandiri Persero Tbk, Jakarta pada 31 Januari 2023. (Foto: ANTARA FOTO/Reno Esnir/tom)
Petugas menunjukkan uang dolar Amerika Serikat (AS) dan uang rupiah di salah satu kantor cabang PT. Bank Mandiri Persero Tbk, Jakarta pada 31 Januari 2023. (Foto: ANTARA FOTO/Reno Esnir/tom)

JAKARTA, investor.id – Ekonom memperkirakan pelemahan rupiah akan berlanjut dalam jangka menengah, karena dipengaruhi tren penguatan dolar Amerika Serikat (AS) pasca data penjualan ritel AS yang lebih baik dari perkiraan.

“Pelemahan rupiah memang masih sangat dipengaruhi oleh faktor global, yaitu tren penguatan (dolar AS) USD yang masih berlanjut, kemungkinan dalam jangka menengah. Hal ini didorong oleh data ekonomi AS yang lebih kuat dari perkiraan, antara lain yang kemarin baru dirilis yaitu penjualan ritel AS,” ujar Ekonom Mirae Asset Sekuritas Rully Arya Wisnubroto seperti dikutip Antara, Rabu (18/10).

Penjualan ritel AS naik 0,7% secara month to month (MtM) dengan ekspektasi 0,3% dan naik 3,8% secara year on year (YoY) dengan ekspektasi 1,5%.

ADVERTISEMENT

Sementara itu, sentimen positif dari dalam negeri masih belum cukup mendorong penguatan rupiah. Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan neraca perdagangan Indonesia hingga September 2023 mencatatkan surplus sebesar US$ 3,42 miliar, lebih rendah dari perkiraan US$ 2,27 miliar. Angka tersebut meningkat 0,30% secara bulanan.

Selain faktor data ekonomi AS yang membaik, pelemahan rupiah turut dipengaruhi pernyataan bernada hawkish dari pejabat The Federal Reserve (The Fed) Neel Kashkari yang melonjakkan imbal hasil (yield) obligasi pemerintah AS. Dia menyinggung perihal inflasi AS yang masih tinggi.

“Imbal hasil obligasi (tenor) dua tahun sekarang berada di kisaran 5,200% dan (tenor) 10 tahun di 4,841%,” tutur Analis Pasar Mata Uang Lukman Leong.

Pada penutupan perdagangan hari ini, mata uang rupiah melemah 14 poin atau 0,09% ke level Rp 15.730 per dolar AS, dibandingkan penutupan sebelumnya di level Rp 15.716 per dolar AS.

Adapun Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada Rabu ikut melemah ke angka Rp 15.731, dibandingkan sebelumnya di angka Rp 15.718 per dolar AS.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 1 menit yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Market 1 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 7 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 7 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 8 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 8 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia