PTPP Raih Kontrak Baru Rp 23,6 T, Proyek IKN Siap-siap Ditender
Saat ini, terpantau dua proyek IKN senilai total Rp 575 miliar siap ditender ulang. Dua proyek itu adalah proyek pembangunan jaringan perpipaan air limbah dua KIPP IKN senilai Rp 473 miliar dan proyek pembangunan unit pengurukan residu di KIPP IKN senilai Rp 102 miliar.
Sebanyak total 74 peserta bersiap mengikuti proses tender ulang dua proyek tersebut. Namun, belum dapat diketahui siapa saja peserta yang mengikuti proses tender ulang tersebut.
Ada pula proyek di luar IKN yang nilainya tak kalah fantastis, yaitu proyek pembangunan Universitas Syekh Nawawi Al-Bantani senilai Rp 200 miliar. Proyek tersebut kini memasuki tahap pascakualifikasi dan penetapan pemenangnya bakal diumumkan pada 15 November mendatang.
Tercatat, sebanyak 33 peserta telah mengikuti proses lelang proyek yang berlokasi di Provinsi Banten tersebut. Sayangnya, sama seperti di dua proyek IKN sebelumnya, belum dapat dirinci siapa saja peserta yang berpartisipasi di proyek tersebut.
Akan tetapi, bila melihat core business PTPP di sektor gedung, tidak menutup kemungkinan perseroan juga berminat atas proyek tersebut. Mengingat, perseroan juga sebelumnya meraih kontrak untuk proyek sejenis, yaitu proyek pembangunan Universitas Haluoleo Kendari sebesar Rp 240 miliar.
Diperkuat lagi, jika mencermati komposisi perolehan proyek PTPP hingga semester I-2023, mayoritas atau sebanding 34,8% bersumber dari lini usaha gedung. Disusul, lini usaha jalan dan jembatan sebesar 24,6%, perkeretaapian sebesar 11,7%, bendungan sebesar 9,7%, Pelabuhan sebesar 8,5%, industri sebesar 7,4%, dan minyak serta gas sebesar 1,1%.
Di samping merengkuh beberapa proyek IKN, PTPP juga mengumumkan telah meraih kontrak baru dari berbagai proyek non-IKN di antaranya proyek The North-South Commuter di Philipina sebesar Rp 1,36 triliun, Bendungan Cibeet sebesar Rp 937 miliar, East Port Lamongan Phase 1A & 1 B sebesar Rp 767 miliar, Tol Bayung Lencir – Tempino Paket II sebesar Rp 683 miliar, Gedung BSI Antara sebesar Rp 607 miliar, Duplikasi Jembatan PIK sebesar Rp 205 miliar, termasuk proyek Rumah Sakit Amanah Banjarmasin sebesar Rp 201 miliar.
Investor India Kepincut IKN
Editor: Muawwan Daelami
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler






