Jumat, 15 Mei 2026

Hasil Kolaborasi Bank Jago dengan GOTO dan Target Harga Baru ARTO

Penulis : Jauhari Mahardhika
29 Okt 2023 | 18:21 WIB
BAGIKAN
Nasabah mendapatkan pelayanan di Kantor Bank Jago (ARTO) di Jakarta. (Dok. B-Universe)
Nasabah mendapatkan pelayanan di Kantor Bank Jago (ARTO) di Jakarta. (Dok. B-Universe)

JAKARTA, investor.id – PT Bank Jago Tbk (ARTO) mencatatkan laba bersih kumulatif sebesar Rp 50 miliar hingga kuartal III-2023 atau meningkat 24% (yoy). Meski demikian, perolehan tersebut di bawah estimasi (60,3%) dan konsensus (46,6%).

“NII (net interest income) Bank Jago mencapai Rp 377 miliar, turun 8% (qoq) dan naik 9,9% (yoy), terutama disebabkan oleh lesunya pertumbuhan pinjaman pada kuartal III-2023 (turun 2,8% qoq) akibat run-off portofolio pembiayaan syariah,” tulis analis Samuel Sekuritas, Prasetya Gunadi dan Research Associate Samuel Sekuritas, Brandon Boedhiman dalam risetnya.

Dari sisi pendanaan, dana simpanan Bank Jago tumbuh 2,1% (qoq) pada kuartal III-2023, yang didukung oleh peningkatan rasio dana murah (current account saving account/CASA). Rasio CASA hingga kuartal III-2023 mencapai 73% dibandingkan hingga kuartal II-2023 yang sebesar 71%. Ini menyebabkan penurunan rasio biaya dana (cost of fund/CoF) sebesar 70 bps (qoq) menjadi 2,9%.

ADVERTISEMENT

Dari sisi kualitas aset, emiten bank digital berkode saham ARTO ini mampu menjaga rasio LAR (loan at risk) dan NPL (non performing loan) masing-masing sebesar 8,5% dan 1,2%,” sebut Prasetya dan Brandon.

Sementara itu, soal kerja sama GoPay Tabungan by Jago dengan PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO), Prasetya dan Brandon menilai bahwa hasil awal bisa dibilang cukup memuaskan. Sebab platform ini berhasil memperoleh 200.000 pengguna dalam seminggu setelah peluncurannya, yang menyiratkan tingkat aktivitas lebih dari 85%.

ARTO bersama GoTo Financial, lini usaha GOTO, telah meluncurkan GoPay Tabungan by Jago yang memadukan layanan e-money GoPay dengan manfaat perbankan. Pengguna berhak memperoleh bunga tabungan sebesar 2,5% per tahun.

GoPay Tabungan juga mencatat lebih dari 1,3 juta transaksi dengan total volume lebih dari Rp 175 miliar sejak diluncurkan. Di sisi lain, selama Januari-September 2023, ARTO telah memberikan pembiayaan untuk sekitar 60% kredit yang disalurkan GoTo Financial. Angka tersebut diperkirakan meningkat hingga lebih dari 80% dalam waktu dekat.

Lebih lanjut Prasetya dan Brandon menjelaskan, manajemen ARTO tetap yakin bahwa perseroan akan membukukan pertumbuhan kredit sebesar 35% pada tahun ini, yang didukung oleh produk kredit serta pembiayaan bersama dengan mitra-mitranya. Sedangkan angka kredit syariah ditaksir kembali turun pada kuartal IV-2023.

“Kami memperkirakan NIM akan turun pada kuartal IV-2023, terutama karena tekanan dari CoF, mengingat BI baru saja menaikkan suku bunga acuan,” ungkap Prasetya dan Brandon.

Target Harga Baru Saham ARTO 

Editor: Jauhari Mahardhika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 3 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 3 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 4 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 4 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 5 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 5 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia