Hasil Kolaborasi Bank Jago dengan GOTO dan Target Harga Baru ARTO
Dari segi kualitas aset, ARTO meyakini bahwa rasio NPL-nya yang sebesar 2-3% masih terkendali, sedangkan biaya kredit diperkirakan mencapai 4,5% pada 2023. Sebab ARTO masih berencana untuk meningkatkan rasio NPL coverage hingga lebih dari 200% ke depannya. Untuk tahun depan, ARTO mengisyaratkan pertumbuhan kredit dapat mencapai 20%.
Dengan berbagai faktor tersebut, Samuel Sekuritas mempertahankan rating hold untuk saham ARTO dengan target harga baru sebesar Rp 1.750. ARTO saat ini diperdagangkan pada PBV 2,7 kali.
“Kami meyakini tekanan jangka pendek terhadap harga saham ARTO terus berlanjut, terutama akibat tekanan dari kenaikan suku bunga acuan BI terhadap NIM ARTO. Meski demikian, jelas bahwa kolaborasi dengan GOTO telah menunjukkan kemajuan yang substansial, yang dapat berkontribusi terhadap pertumbuhan pencairan kredit dan peningkatan rasio CASA ke depan,” jelas Prasetya dan Brandon.
Dalam jangka panjang, ARTO diproyeksikan mampu meningkatkan permintaan untuk produk kreditnya sendiri, sehingga meningkatkan rasio NIM dan menurunkan biaya kredit (3-4%), terlebih setelah rasio NPL coverage naik menjadi lebih dari 200%.
Risiko utamanya adalah pertumbuhan user base yang lebih lambat dari perkiraan, adopsi teknologi yang lambat, dan hambatan regulasi terhadap produk-produk baru.
Editor: Jauhari Mahardhika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler






