Dalam Hal Ini, Petrindo (CUAN) Salip Adaro, Tempel United Tractors
JAKARTA, investor.id - Saham PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) melesat pada perdagangan Kamis (9/11/2023) dengan naik 7,69% ke Rp 7.000. Saham ini juga sempat mencetak level tertinggi barunya Rp 7.050.
Per 9 November, market cap atau kapitalisasi pasar Petrindo Jaya Kreasi tembus Rp 78,69 triliun. Padahal saat IPO, kapitalisasi pasarnya hanya Rp 2,47 triliun.
Nilai kapitalisasi pasar CUAN itu sudah menyalip PT Adaro Energi Indonesia Tbk (ADRO) yang sebesar Rp 78,36 triliun per 9 November, dan kian dekat dengan market cap PT United Tractros Tbk (UNTR) Rp 85,32 triliun.
Perusahaan yang dikendalikan Prajogo Pangestu, Petrindo Jaya Kreasi mencatatkan sahamnya dengan kode CUAN di Bursa Efek Indonesia (BEI) per 8 Maret 2023. Perseroan menggelar initial public offering (IPO) di Rp 220 per saham. Karena itu, hanya butuh waktu 8 bulan atau kurang dari setahun, saham ini melonjak dari Rp 220 ke Rp 7.000.
Emiten batu bara ini telah buka-bukaan mengenai proses negosiasi yang dilakukan anak usahanya untuk membeli saham PT Petrosea Tbk (PTRO).
Anak usaha CUAN tersebut adalah PT Kreasi Jasa Persada (KJP) yang tengah dalam tahap negosiasi serta telah menandatangani perjanjian pengikatan jual beli (PPJB) sehubungan dengan rencana pembelian sebanyak 342.925.700 saham PTRO atau 34% dari PT Caraka Reksa Optima.
“Setelah transaksi diselesaikan, KJP akan menjadi pengendali baru dari PTRO dan PTRO kemudian akan menjadi salah satu anak usaha perseroan,” jelas Direktur Utama dan Sekretaris Perusahaan CUAN, Michael dalam keterbukaan informasi dikutip Kamis (9/11/2023).
Tambah Aset
Ia mengungkapkan bahwa tujuan dari transaksi untuk menambah aset KJP dan Petrindo Jaya Kreasi (secara tidak langsung), memperluas jaringan usaha, serta sebagai bagian dari rencana pengembangan usaha jangka panjang Grup Petrindo untuk menjadi perusahaan pertambangan dan jasa pertambangan yang terintegrasi.
Petrindo Jaya Kreasi (CUAN) memang tengah memperluas portofolio pertambangannya. Perseroan telah mengumumkan bahwa menandatangani perjanjian jual beli bersyarat terkait akuisisi 100% saham PT Multi Tambangjaya Utama (MUTU), anak usaha PT Indika Energy Tbk (INDY).
Petrindo juga akan merampungkan akuisisi dan izin 3 aset lainnya terkait batu bara metalurgi, pasir silika, dan emas.
Dan belum lama ini Petrindo melalui anak usahanya, PT Prima Mineral Investindo (PMI) meneken perjanjian pengikatan jual beli bersyarat (PPJB) dengan tanggal kejadian 30 Oktober 2023. PPJB itu sehubungan dengan rencana pembelian sebanyak 85% dari jumlah seluruh saham yang telah dikeluarkan dalam PT Sepekat Salut Sejahtera (SSS).
Editor: Theresa Sandra Desfika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler





