Membaiknya Ekonomi Indonesia Tahan Pelemahan Rupiah
JAKARTA, investor.id – Kenaikan data indeks penjualan ritel dan proyeksi ekonomi Indonesia yang membaik diperkirakan dapat menahan pelemahan rupiah.
Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Jumat (10/11) memang masih melemah 0,26% atau 40 poin ke level Rp 15.695 per dolar Amerika Serikat (AS), dibandingkan level sebelumnya Rp 15.655 per dolar AS.
“Indeks penjualan ritel naik 1,5% menjadi 201,1 dan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia 5,3%,” ungkap Analis dari Bank Woori Saudara BWS Rully Nova pada catatan Jumat, menurut laporan Antara.
Ia melanjutkan, kendati data dan proyeksi ekonomi Indonesia membaik tetapi sentimen dari dalam negeri dinilai tidak mampu menguatkan rupiah menimbang kondisi regional Asia belum membaik yang terlihat dari data-data ekonomi China masih lemah.
Nilai tukar rupiah pada hari ini diprediksi kembali melemah terhadap dolar AS pada kisaran Rp 15.655-15.685 per dolar AS.
Hal ini dipengaruhi faktor pernyataan bernada hawkish Gubernur Federal Reserve (Fed) Jerome Powell dan kenaikan imbal hasil (yield) obligasi pemerintah AS ke level 4,63%.
Rully mengaku tidak sepenuhnya yakin terhadap kebijakan kenaikan suku bunga untuk menurunkan inflasi. Menurut dia, bank sentral AS akan menjalankan kebijakan moneter ketat jika diperlukan untuk mencapai target inflasi 2 %.
Pernyataan Powell mendorong lonjakan imbal hasil obligasi pemerintah AS lebih dari 10 basis poin (bps) sehingga memperkuat dolar AS. Namun beberapa ahli strategi masih bersikeras Fed kemungkinan besar sudah selesai menaikkan suku bunga.
Editor: Grace El Dora
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler






