Rupiah Melemah di Tengah Potensi Kenaikan Suku Bunga Fed
JAKARTA, investor.id – Sentimen terhadap nilai tukar rupiah yang melemah di tengah adanya potensi kenaikan suku bunga acuan Amerika Serikat (AS) dari The Federal Reserve (The Fed).
“Gubernur bank sentral (The Fed) AS Jerome Powell dini hari tadi dalam panel diskusi IMF (Dana Moneter Internasional) mengatakan bahwa bank sentral tidak yakin kalau suku bunga acuan sudah cukup tinggi untuk menurunkan inflasi ke target 2%,” jelas Pengamat pasar uang Ariston Tjendra dalam catatan Jumat (10/11), seperti dikutip Antara.
Pernyataan tersebut menurunkan probabilitas suku bunga acuan The Fed ditahan dalam Federal Open Market Committee (FOMC) pada Desember 2023.
Menurut hasil survei CME FedWatch Tool, ada penurunan keyakinan dari investor bank sentral akan menurunkan suku bunga acuan di kisaran 5,25%-5,5% dari 93% pada Kamis (9/11) menjadi 85,4% hari ini.
“Akibat pernyataan Powell tersebut, sentimen hindar risiko meninggi, indeks saham AS ditutup negatif dan indeks saham Asia bergerak melemah hari ini,” tambahnya.
Pada penutupan perdagangan hari ini, mata uang rupiah melemah sebesar 40 poin atau 0,26% ke level Rp 15.695 per dolar AS dibandingkan penutupan sebelumnya sebesar Rp 15.656 per dolar AS.
Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada Jumat turut melemah ke posisi Rp 15.693 dari sebelumnya Rp 15.649 per dolar AS.
Di sisi lain, kenaikan data indeks penjualan retail dan proyeksi ekonomi Indonesia yang membaik dapat menahan pelemahan rupiah. Indeks penjualan retail naik 1,5% ke level 201,1 dan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia 5,3%.
Editor: Grace El Dora
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler






