Kamis, 14 Mei 2026

Harga Minyak Ambles 1% di Tengah Kekhawatiran Tertundanya Pertemuan OPEC+

Penulis : Indah Handayani
24 Nov 2023 | 04:30 WIB
BAGIKAN
Markas OPEC. ( Foto: AFP )
Markas OPEC. ( Foto: AFP )

HOUSTON, investor.id - Harga minyak ambles sekitar 1% pada Kamis (23/11/2023). Memperpanjang penurunan di tengah ekspektasi bahwa OPEC+ mungkin tidak memperdalam pengurangan produksi tahun depan. Setelah kelompok produsen tersebut menunda pertemuan kebijakannya.

Dikutip dari Reuters, minyak mentah berjangka Brent turun 68 sen (0,8%) menjadi US$ 81,28 per barel pada 20.24 GMT setelah jatuh sebanyak 4% pada Rabu (22/11/2023). Sedangkan Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS turun 75 sen (1%) menjadi US$ 76,35 setelah turun sebanyak 5% di sesi sebelumnya. Aktivitas perdagangan sepi karena hari libur Thanksgiving AS.

Dalam sebuah langkah mengejutkan pada Rabu (22/11/2023), Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan sekutunya termasuk Rusia menunda pertemuan tingkat menteri di mana mereka diperkirakan akan membahas pengurangan produksi minyak hingga 30 November.

ADVERTISEMENT

Para produsen sedang berjuang untuk menyepakati tingkat produksi menjelang pertemuan yang awalnya ditetapkan pada 26 November, kata sumber OPEC+, yang menunjukkan bahwa ketidaksepakatan tersebut sebagian besar terkait dengan negara-negara Afrika.

Anggota OPEC+, Angola dan Nigeria, menargetkan produksi minyak yang lebih tinggi, kata para pejabat kepada Reuters pada Kamis (23/11/2023).

“Kami pikir Nigeria dapat diredakan karena kepemimpinannya menghargai keanggotaan lamanya di OPEC dan meningkatkan hubungan dengan Arab Saudi,” kata analis RBC Capital Markets Helima Croft.

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Macroeconomy 30 menit yang lalu

Giliran Purbaya Respons Surat Investor China soal Iklim Investasi RI

Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha China soal iklim investasi RI dan menegaskan pemerintah tetap utamakan kepentingan nasional.
Finance 40 menit yang lalu

Livin’ by Mandiri Beri Kemudahan Nasabah Berkurban

Bank Mandiri mempermudah pembelian hewan kurban secara digital melalui fitur Sukha di aplikasi Livin’ by Mandiri.
Macroeconomy 41 menit yang lalu

Rupiah Tertekan, BI-Rate Diprediksi Naik pada Kuartal II-2026

DBS memprediksi BI berpotensi menaikkan BI-Rate pada kuartal II-2026 seiring pelemahan rupiah dan cadangan devisa yang menyusut.
Business 52 menit yang lalu

Dialog Lintas Sektor Diperlukan dalam Merumuskan Kebijakan terkait Tembakau

Direktur Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat atau P3M, KH. Sarmidi Husna, MA mengatakan, kebijakan terkait produk tembakau tidak dapat dilihat hanya dari perspektif kesehatan semata.
Macroeconomy 1 jam yang lalu

Purbaya: Tak Ada Tax Amnesty Lagi Kecuali Perintah Presiden

Menkeu Purbaya menegaskan tak akan ada tax amnesty lagi selama dirinya menjabat, kecuali atas perintah Presiden.
Macroeconomy 2 jam yang lalu

Rupiah Melorot, Ekspor Dapat Momentum

Peningkatan ekspor nasional justru perlu terus dilakukan karena daya saing meningkat di tengah pelemahan rupiah.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia