Kamis, 14 Mei 2026

Soal Data, Tokopedia (GOTO) dan TikTok Ungkap Hal Ini

Penulis : M. Ghafur Fadillah
16 Des 2023 | 10:20 WIB
BAGIKAN
Tokopedia. Perseroan
Tokopedia. Perseroan

JAKARTA, investor.id - Persoalan perlindungan data konsumen menjadi perhatian pelaku pasar setelah sinergi yang terjadi antara TikTok Shop dengan Tokopedia. Kini TikTok Shop beroperasi di bawah naungan PT Tokopedia, e-commerce yang sahamnya dipegang PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) dan TikTok.

Sorotan ini mengemuka mengingat dua platform berbeda ini (media sosial dan e-niaga) memiliki pengguna yang cukup besar di Indonesia. Dalam 2 tahun terakhir TikTok Shop dimanfaatkan 6 juta pebisnis lokal dan hampir 7 juta kreator affiliate. Bahkan pengguna Indonesia yang datang ke TikTok setiap bulannya ditaksir sudah mencapai 125 juta, menurut FastData.

Sementara itu, Tokopedia juga menjadi platform e-commerce yang digunakan oleh lebih dari 14 juta penjual, dan mayoritas adalah UMKM lokal, bahkan didukung lebih dari 2,7 juta driver Gojek yang masuk dalam ekosistem GOTO.

ADVERTISEMENT

Menanggapi hal tersebut, Head of Communication Tokopedia Aditia Nelwan mengatakan bahwa Tokopedia akan selalu mematuhi UU Perlindungan Data Pribadi yang berlaku dan melindungi privasi data seluruh pengguna. Tidak ada transfer data otomatis untuk merchants dan users Tokopedia ke TikTok. "Jika ada merchants dan users ingin menjadi merchants dan users di TikTok, mereka harus mendaftar di aplikasi TikTok,” jelasnya dalam keterangan resmi, Jumat (15/12/2023).

Hal yang senada juga diucapkan oleh Head of Communication TikTok Indonesia Anggini Setiawan yang memastikan keamanan data pengguna adalah prioritas utama bagi TikTok dengan mendesain proses operasional dan kerja sama antara kedua perusahaan agar patuh terhadap peraturan perundang-undangan yang berlaku, termasuk peraturan perlindungan data yang berlaku.

"Di TikTok, tim data privasi dan keamanan data global kami bekerja keras untuk melindungi informasi pengguna, dan kami juga memberikan perhatian dan sumber daya besar dalam ranah bidang pekerjaan ini,” ujar dia.

Sinergi kedua perusahaan tersebut tentu saja bakal mengombinasikan jumlah data yang begitu banyak, apalagi keduanya menjadi pemain teratas di sektornya masing-masing.

Sudah Diperhitungkan

Editor: Theresa Sandra Desfika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 28 menit yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 58 menit yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 1 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Macroeconomy 2 jam yang lalu

Core Dukung Perluasan Insentif ke Sektor Padat Karya

Core dorong pemerintah memperluas program padat karya dan insentif industri manufaktur demi jaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.
Macroeconomy 2 jam yang lalu

Giliran Purbaya Respons Surat Investor China soal Iklim Investasi RI

Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha China soal iklim investasi RI dan menegaskan pemerintah tetap utamakan kepentingan nasional.
Finance 2 jam yang lalu

Livin’ by Mandiri Beri Kemudahan Nasabah Berkurban

Bank Mandiri mempermudah pembelian hewan kurban secara digital melalui fitur Sukha di aplikasi Livin’ by Mandiri.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia