Soal Data, Tokopedia (GOTO) dan TikTok Ungkap Hal Ini
JAKARTA, investor.id - Persoalan perlindungan data konsumen menjadi perhatian pelaku pasar setelah sinergi yang terjadi antara TikTok Shop dengan Tokopedia. Kini TikTok Shop beroperasi di bawah naungan PT Tokopedia, e-commerce yang sahamnya dipegang PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) dan TikTok.
Sorotan ini mengemuka mengingat dua platform berbeda ini (media sosial dan e-niaga) memiliki pengguna yang cukup besar di Indonesia. Dalam 2 tahun terakhir TikTok Shop dimanfaatkan 6 juta pebisnis lokal dan hampir 7 juta kreator affiliate. Bahkan pengguna Indonesia yang datang ke TikTok setiap bulannya ditaksir sudah mencapai 125 juta, menurut FastData.
Sementara itu, Tokopedia juga menjadi platform e-commerce yang digunakan oleh lebih dari 14 juta penjual, dan mayoritas adalah UMKM lokal, bahkan didukung lebih dari 2,7 juta driver Gojek yang masuk dalam ekosistem GOTO.
Menanggapi hal tersebut, Head of Communication Tokopedia Aditia Nelwan mengatakan bahwa Tokopedia akan selalu mematuhi UU Perlindungan Data Pribadi yang berlaku dan melindungi privasi data seluruh pengguna. Tidak ada transfer data otomatis untuk merchants dan users Tokopedia ke TikTok. "Jika ada merchants dan users ingin menjadi merchants dan users di TikTok, mereka harus mendaftar di aplikasi TikTok,” jelasnya dalam keterangan resmi, Jumat (15/12/2023).
Hal yang senada juga diucapkan oleh Head of Communication TikTok Indonesia Anggini Setiawan yang memastikan keamanan data pengguna adalah prioritas utama bagi TikTok dengan mendesain proses operasional dan kerja sama antara kedua perusahaan agar patuh terhadap peraturan perundang-undangan yang berlaku, termasuk peraturan perlindungan data yang berlaku.
"Di TikTok, tim data privasi dan keamanan data global kami bekerja keras untuk melindungi informasi pengguna, dan kami juga memberikan perhatian dan sumber daya besar dalam ranah bidang pekerjaan ini,” ujar dia.
Sinergi kedua perusahaan tersebut tentu saja bakal mengombinasikan jumlah data yang begitu banyak, apalagi keduanya menjadi pemain teratas di sektornya masing-masing.
Sudah Diperhitungkan
Editor: Theresa Sandra Desfika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Core Dukung Perluasan Insentif ke Sektor Padat Karya
Core dorong pemerintah memperluas program padat karya dan insentif industri manufaktur demi jaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.Giliran Purbaya Respons Surat Investor China soal Iklim Investasi RI
Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha China soal iklim investasi RI dan menegaskan pemerintah tetap utamakan kepentingan nasional.Livin’ by Mandiri Beri Kemudahan Nasabah Berkurban
Bank Mandiri mempermudah pembelian hewan kurban secara digital melalui fitur Sukha di aplikasi Livin’ by Mandiri.Tag Terpopuler
Terpopuler






