Musim Window Dressing Tiba, Intip Kisi-kisi Cuan Saham Top 20 LQ45 Ini
JAKARTA, investor.id – Musim window dressing telah tiba, terlihat dari peningkatan harga saham yang terjadi selama sebulan ini. Meski demikian, masih ada peluang cuan dari saham-saham top 20 LQ45, apa sajakah itu?
Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas (IPOT) Dimas Krisna Ramadhani menjelaskan, window dressing merupakan fenomena mempercantik kinerja portofolio yang biasa dilakukan oleh Manajer Investasi (MI) dengan tujuan untuk ‘memikat’ para investor. Pada umumnya window dressing terjadi pada akhir setiap kuartal, namun di Indonesia window dressing terkuat terjadi pada akhir kuartal IV atau akhir tahun.
"Salah satu efek yang terjadi dari adanya fenomena ini adalah terjadinya peningkatan harga saham yang cukup signifikan pada Desember," ungkap Dimas, Sabtu (23/12/2023).
Menurut Dimas, fenomena window dressing ini biasanya dimanfaatkan oleh berbagai pihak untuk mendapatkan keuntungan. Bagi perusahaan, window dressing memberikan dampak positif terhadap nilai perusahaan (market cap) akibat dari para investor yang membeli saham mereka saat fenomena window dressing terjadi. Sementara itu bagi Manajer Investasi (MI), dengan berhasil mencatatkan kinerja portofolio yang tumbuh positif, bisa menjadi benchmark yang cukup menarik untuk kinerja tahun berikutnya.
“Sedangkan bagi investor maka akan mendapatkan capital gain yang cukup tinggi,” tambah Dimas.
Dimas menambahkan, ada hal-hal menarik terkait potensi window dressing pada 2023 yang layak diperhatikan, yakni suku bunga tinggi (higher for longer), fenomena kenaikan yang fantastis IPO konglomerasi, imbal hasil (yield) obligasi Amerika Serikat (AS) 10 tahun dan pemilu 2024. Untuk inflasi yang cukup tinggi dampak dari pandemi Covid-19 mengakibatkan hampir seluruh pemerintah menaikkan tingkat suku bunganya seperti yang dilakukan oleh pemerintah Indonesia, sehingga turut memberikan pengaruh cukup besar terhadap pergerakan IHSG.
Selanjutnya terkait fenomena kenaikan yang fantastis IPO konglomerasi, beberapa saham yang baru IPO dan dipegang oleh pihak-pihak konglomerat seperti saham dengan kode CUAN, BREN, AMMN turut memberikan dampak kenaikan cukup positif dan besar terhadap pergerakan IHSG serta menduduki jajaran TOP 10 gainers saham IPO 2023. Sedangkan terkait imbal hasil obligasi AS 10 tahun, tercatat mengalami kenaikan tertinggi pada Oktober 2023 sebesar 4.98% (tertinggi dalam 16 tahun) yang juga turut memberikan tekanan terhadap IHSG.
“Terkait iklim politik jelang pemilu 2024, berdasarkan catatan sejarahnya, pergerakan IHSG pada Desember jelang tahun pemilu tercatat meningkat dengan rata-rata 6% dengan probabilitas meningkat sebesar 50%,” paparnya.
Di momentum window dressing 2023 ini, Dimas menyarankan trader dan investor untuk mencermati kisi-kisi cuan saham Top 20 LQ45.
Ke-20 saham berdasarkan penutupan pasar 8 Desember 2023 adalah BRPT (YTD 138,82%), TPIA (YTD 89,02%), ACES (YTD 39,11%), BRIS (YTD 28,08%), BMRI (YTD 15,87%), BBNI (YTD 11,65%), BBRI (YTD 8,96%), ICBP (YTD 8,77%), GOTO (YTD 4.40%), TLKM (YTD 3.73%), MEDC (YTD 3,43%), AMRT (YTD 3,38%), BBCA (YTD 1,75%), AKRA (YTD 0,36%), ASII (YTD -2,19%), INTP (YTD -5,56%), INDF (YTD -5,95%), EXCL (YTD -6,10%), SMGR (YTD -7,58%) dan JPFA (YTD -8,11%).
“Jika investor melakukan pembelian saham BBRI pada awal bulan Desember ini (window dressing) dengan rata-rata kenaikan harga sebesar 1,32% dalam 3 tahun terakhir maka dengan ilustrasi investor melakukan pembelian saham tersebut sebesar Rp100 juta maka akan mendapatkan capital gain sebesar Rp.1.320.000 di akhir bulan ini,” terang Dimas.
Secara historical selama 20 tahun terakhir, Dimas memaparkan, indeks LQ45 tercatat mengalami kenaikan saat window dressing dengan rata-rata kenaikan sebesar 3,72% dan probabilitas kenaikan sebesar 95%. Kenaikan terbesar terjadi pada 2008 yang tercatat naik 11,90%, sementara pada 2022 indeks ini mengalami penurunan sebesar 7,05% disebabkan pandemi Covid-19.
"Berdasarkan data yang ada, sektor infrastruktur dan sektor barang baku adalah dua sektor outperform secara year to date (ytd) 2023. Kenaikan tertinggi pada sektor infrastruktur ditopang oleh saham BREN, JSMR dan META," tegasnya.
Dimas menambahkan berdasarkan data yang ada, sektor energi dan sektor Kesehatan adalah dua sektor underperform secara ytd. Sektor sektor energi masih ditopang oleh saham PTRO dan SGER, sementara dari sektor Kesehatan ditopang oleh saham SILO dan TSPC.
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Core Dukung Perluasan Insentif ke Sektor Padat Karya
Core dorong pemerintah memperluas program padat karya dan insentif industri manufaktur demi jaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.Giliran Purbaya Respons Surat Investor China soal Iklim Investasi RI
Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha China soal iklim investasi RI dan menegaskan pemerintah tetap utamakan kepentingan nasional.Livin’ by Mandiri Beri Kemudahan Nasabah Berkurban
Bank Mandiri mempermudah pembelian hewan kurban secara digital melalui fitur Sukha di aplikasi Livin’ by Mandiri.Tag Terpopuler
Terpopuler






